Pernah Jadi Korban Teluh, Ini Amalan dan Bacaan Rasulullah SAW Agar Lepas dari Pengaruh Sihir | Batu TIMES

Pernah Jadi Korban Teluh, Ini Amalan dan Bacaan Rasulullah SAW Agar Lepas dari Pengaruh Sihir

Jul 14, 2021 09:38
Ilustrasi sihir (darulilmi)
Ilustrasi sihir (darulilmi)

MALANGTIMES - Praktik sihir nyatanya telah ada sejak dulu. Kebencian dan sakit hati menjadi alasan mengapa seseorang mengirim sihir atau yang lebih dikenal kini dengan teluh, atau santet. Bahkan, dahulu Rasulullah SAW pun juga pernah menjadi sasaran sihir.

Dari Channel Tafakkur Fiddin mengisahkan, Asy-Syaikhan meriwayatkan dalam Bukhari dan Muslim, suatu ketika Rasulullah SAW dalam keadaan nampak tak bugar. Melihat keadaan suaminya, Aisyah begitu gelisah, dalam hati, ia bertanya-tanya, apa gerangan sakit yang menimpa suaminya.

Baca Juga : Pegawai Komnas HAM Dapat Teror dari Pinjol

Di tengah sakitnya, Rasulullah SAW sempat mengigau, seperti tengah melakukan sesuatu. Namun ditengah kesadarannya, beliau tau jika dirinya masih terbaring di tempat tidur.  Setelah itu, ia kemudian memanggil istrinya.

Kepada Aisyah, Rasulullah SAW memberitahukan jika Allah SWT telah memberikan jawaban atas pertanyaan yang pernah ia tanyakan. Allah SWT memerintahkan dua malaikat untuk menyampaikan jawaban tersebut.

"Dua orang laki-laki mendatangiku. Salah seorang duduk dipinggir kakiku dan satunya lagi disisi kepalaku," kata Rasulullah SAW pada Aisyah.

Salah seorang malaikat menjelaskan bahwa Nabi Muhammad tengah terkena sihir. Labid bin Al-Asham adalah pelakunya. Labid merupakan orang yang berpengaruh dikalangan Yahudi. Labid menyihir dengan menggunakan sisir dan rambut Rasulullah SAW serta kulit mayang kurma jantan. Sihir Labid ditempatkan di bawah batu di dalam sumur Dzarwan.

Kemudian, keesokan harinya, Ammar bin Yasir dan beberapa sahabat, diutus Rasulullah SAW untuk menuju sumur Dzarwan. Rasulullah SAW sebelumnya telah menjelaskan  perihal benda-benda yang digunakan Labid untuk sihir.

Satu riwayat menyebutkan bahwa setelah benda-benda tersebut diangkat dan dibakar, memperlihatkan tali dengan 11 simpul yang susah untuk dibuka. Pada saat itu, kemudian turun sebuah wahyu Surat Al-Falaq dan An-Nas (muawwidzatain). Setelah Rasulullah SAW membaca surat itu, maka terbukalah simpul-simpul tali itu.

Baca Juga : Sudah Lapor Tapi Pelaku Tidak Ditahan, Korban Penganiayaan Merasa Terintimidasi

Dan sejak saat itu, sebelum tidur, Rasulullah SAW selalu membaca muawidzatain (Al-Falaq dan An-Nas). Hal itu tak lain adalah untuk melindungi dirinya dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti sihir.

Riwayat lain dari Said Ramadhan Al-Buthy dalam The Great Episodes of Muhammad SAW (2017), mengatakan, bahwa sihir yang menimpa Nabi Muhammad hanya berpengaruh pada jasad bagian luarnya saja. Sihir tersebut tidak sampai menyerang hati, akal, dan tidak menggoyahkan keimanannya. 

Rasulullah SAS memang maksum atau terjaga. Akan tetapi, kemaksumannya tersebut bukan berarti beliau terbebas dari berbagai macam penyakit dan berbagai faktor manusiawi lainnya.

Meskipun telah menjadi korban sihir dari Labid, Rasulullah SAW tak menceritakan perbuatan yang menjadi aib Labid tersebut. Rasulullah SAW telah ridho atas apa yang menjadi takdir Allah dan telah memaafkan perbuatan Labid.

Topik
Rasulullah SAW Nabi Muhammad korban sihir kisah sihir Kisah Sihir Rasulullah

Berita Lainnya