Kritik Cabor Wushu Kota Malang: Pendanaan Jangan Fokus untuk Ajang Porprov Jatim Saja | Batu TIMES

Kritik Cabor Wushu Kota Malang: Pendanaan Jangan Fokus untuk Ajang Porprov Jatim Saja

Jun 09, 2021 12:00
Atlet Wushu Kota Malang sedang laksanakan proses latihan (foto: Mariano Gale/Jatim Times)
Atlet Wushu Kota Malang sedang laksanakan proses latihan (foto: Mariano Gale/Jatim Times)

MALANGTIMES- Dikabarkan Porprov Jatim VII 2022 akan digelar sekitar bulan Juni atau Juli 2022, bertempat di empat kabupaten, yakni Lumajang, Jember, Situbondo, dan Bondowoso.

Untuk persiapan Porprov VII 2022 itu, KONI Kota Malang akan menurunkan 40 cabor, salah satunya cabor Wushu.

Baca Juga : Rayu Masyarakat Madura Swab dan Vaksin, Polda Jatim Beri Beras dan Mi Bungkus

Terkait persiapan ajang tersebut, Sekretaris Pengurus Kota (Pengkot) Wushu Malang Panji Peksi Branjangan mengatakan, telah mempersiapkan para atlet terbaiknya. Dengan memproyeksikan 15 atlet yang berkisar umur 14 tahun hingga 22 tahun.

Dengan capaiannya pada Porprov Jatim 2019, anak asuhnya telah memperoleh 2 emas, 1 perak dan 3 perunggu. Hal itu membuatnya selalu optimis dan akan mempertahankan medali yang diperoleh.

"Yang pasti kita sudah menyiapkan pusat latihan yang baik. Dengan merekomendasikan 15 atlet Wushu. Dari 15 atlet itu akan kita seleksi lagi. Jika semua mampu, ya akan kita proyeksikan semua," ujarnya, Rabu (9/6/2021).

Mengingat, ajang Porprov 2022 kali ini harus menerapkan protokol kesehatan bagi para atlet. Panji mengaku, para atlet Wushu sendiri kondisinya sang bagus dan prima.

"Untuk kesehatan para atlet, kita sudah melakukan tes kebugaran seperti vaksin dan lainya. Hanya yang belum vaksin itu atlet umur di bawah 18 tahun. Namun kondisi mereka sehat dan tidak sama sekali terpapar Covid-19," imbuhnya.

Di lain sisi, Panji juga berharap agar pendanaan pusat yang turun ke KONI yang kemudian dibagikan ke setiap cabor bisa diatur dengan baik. Mengingat, setiap cabor sendiri memiliki berbagai ajang tidak hanya ajang Porprov saja.

Baca Juga : Antisipasi Potensi Gempa dan Tsunami di Jatim, BPBD Kabupaten Kediri Perbanyak Tim Siaga di Tiap Desa

"Kami sadar dengan adanya pandemi, pendanaan untuk setiap cabor rumornya akan dipotong. Namun, saya berharap agar pendanaan itu jangan terlalu fokus pada ajang Porprov saja. Kan kami banyak event lainya yang butuh juga butuh dana," ujarnya.

Panji juga mengungkapkan, pendanaan yang diberikan pada ajang Porprov 2019 itu hanya setengah dari seratus juta rupiah saja. 

"Waktu Porprov 2019, kita diberi dana kisaran Rp 50 juta dan itu untuk jangka setahun. Itu kan kurang, apalagi rumornya tahun ini akan dipotong. Dan kita butuh dana yang cukup untuk bertanding Porprov 2022 di Jember nanti," ungkapnya.
 

Topik
cabor wushu cabor wushu kota malang Porprov Jatim 2022

Berita Lainnya