Permintaan Masyarakat Tinggi, Pemkot Malang Kembali Ajukan Penambahan Vaksin Covid-19 | Batu TIMES

Permintaan Masyarakat Tinggi, Pemkot Malang Kembali Ajukan Penambahan Vaksin Covid-19

Jun 07, 2021 16:21
Petugas kesehatan saat menyiapkan vaksin Covid-19. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Petugas kesehatan saat menyiapkan vaksin Covid-19. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Percepatan vaksinasi di berbagai daerah tengah dikebut, termasuk di wilayah Kota Malang. Di tahapan ke dua ini, selain lansia, petugas pelayanan publik, hingga guru sekolah, tokoh agama juga menjadi prioritas.

Untuk menunjang itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kembali berupaya untuk mengajukan penambahan vaksin. Jumlah 100 ribu vaksin AtraZeneca yang didistribusikan ke Kota Malang beberapa waktu lalu pun kini tinggal tersisa sekitar 14 ribuan dosis.

Baca Juga : Pasca Lebaran, Wali Kota Santoso Pastikan Tak Ada Lonjakan Kasus Covid-19 di Kota Blitar

"Saat ini vaksin kita memang terbatas. Yang kemarin 100 ribu itu tinggal 14 ribu," ujar Wali Kota Malang Sutiaji.

Sutiaji menyebut, percepatan vaksinasi di Kota Malang relatif sangat baik. Pihaknya, mengharapkan dalam waktu dekat kembali bisa mendatangkan vaksin.

Lebih jauh, pengajuan penambahan distribusi vaksin itu dianggap perlu, lantaran tingkat kesadaran di masyarakat cukup tinggi untui divaksin. Sehingga amat dibutuhkan, agar warga Kota Malang segera tuntas tervaksinasi Covid-19.

"Saya sudah minta 125 ribu dosis lagi dan belum ada jawaban. Karena dilihat progres Kota Malang bagus maka ada percepatan. Kami lihat tingkat kesadaran masyarakat juga tinggi. Kalau yang di lain lain nolak, disini malah dibutuhkan," imbuhnya.

Sementara itu, proses vaksinasi terhadap para tokoh agama masih beelangsung meski tetap harus dilakukan dengan berbagai pemahaman. Hal ini, mengingat masih ada yang menilai vaksin AstraZeneca haram.

Baca Juga : Permudah Pembersihan Sampah, DLH Kota Malang Tambah Road Sweeper

Karenanya, guna segera menuntaskan hal itu pihaknya menggandeng Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk terlibat mengedukasi sesama dan kepada masyarakat luas.

"Kami minta bantuan ke FKUB, untuk menyarankan (vaksinasi) ke umat masing masing karena mungkin masih ada yang (menganggap) Astrazeneca ini haram dan seterusnya. Supata masyarakat kita secepatnya tervaksin juga," pungkasnya.

Topik
Vaksinasi Kota Malang Wali Kota Malang Sutiaji Kasus Covid 19

Berita Lainnya