Lokalisasi Girun Tinggal Kenangan, Potensi PSK Mangkal di Jalan Meningkat | Batu TIMES

Lokalisasi Girun Tinggal Kenangan, Potensi PSK Mangkal di Jalan Meningkat

May 08, 2021 19:16
Pembongkaran lokalisasi Girun (foto: PT KAI for MalangTIMES)
Pembongkaran lokalisasi Girun (foto: PT KAI for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Lokalisasi Girun yang berada di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang kini hanya tinggal kenangan. Pasalnya, PT KAI Daop 8 Surabaya kembali menertibkan bangunan liar di lintas non operasi atau jalur non aktif.

Sabtu (8/5/2021) tim penertiban aset PT KAI Daop 8 didampingi Satpol PP, TNI, Polri, Pemkab Malang menertibkan bangunan liar di Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang atau yang biasa dikenal dengan lokalisasi Girun.

Baca Juga : Era Ini, Konsumen Cerdas Kian Meningkat 

 

Sebanyak 23 bangunan liar dengan luas aset kurang lebih 2.600 m² ditertibkan oleh tim gabungan yang berjumlah 350 personel tersebut.

Selain berdiri tanpa ada kerja sama kontrak pemanfaatan lahan dengan PT KAI, bangunan liar tersebut juga digunakan sebagai tempat prostitusi. Sebelum ditertibkan pemilik bangunan sudah diberi sosialisasi terkait rencana penertiban.

Manajer Humas Daop 8 Surabaya Luqman Arif mengatakan, PT KAI sebelumnya sudah memberikan surat peringatan sebanyak tiga kali kepada penghuni yang menempati bangunan liar tersebut. Proses penertiban berjalan lancar dan tidak ada penolakan. Karena telah dilaksanakan sosialisasi oleh PT KAI dan Muspika Gondanglegi kepada penghuni.

"Kami sudah berikan Surat Peringatan (SP) 1, SP 2 dan SP3 kepada pemilik bangunan terkait kegiatan penertiban ini. Kami juga koordinasi dengan masyarakat sekitar. Dikatakan sangat meresahkan dan mengganggu ketentraman dan ketertiban umum juga melanggar norma sosial serta agama. Masyarakat mendukung upaya kami. Ini juga salah satu upaya mewujudkan Kecamatan Gondanglegi menuju kota santri," papar Luqman.

Sementara itu, media ini mencoba untuk sedikit mendalami lokalisasi Girun yang sempat menjadi primadona para lelaki hidung belang mencari pekerja seks komersial (PSK).

Sebelum dibongkar, lokalisasi Girun sangat terkenal di wilayah Kecamatan Gondanglegi. Pasalnya, di situ telah ada bangunan rumah yang berdiri dengan berbagai kamar untuk melakukan transaksi lendir tersebut.

Namun, bangunan tersebut nampaknya tidak memiliki izin dan berdiri di atas tanah milik PT KAI. Sehingga ada langkah yang harus ditempuh PT KAI untuk menggusur lokalisasi tersebut dengan cara meratakan dengan tanah.

Ketika tiba di lokalisasi Girun sebelum dieksekusi, media ini bertemu beberapa orang yang sedang sibuk mengemasi barang untuk dipindahkan.

Saat ditanya, dua orang laki-laki yang tidak ingin menyebutkan namanya itu hanya mengaku bertugas mengangkat barang yang ada di bangunan rumah tersebut untuk dipindahkan.

“Aku mek imbal-imbal mas, gak eroh masalah opo-opo (Aku cuma memindahkan barang mas, tidak tahu tentang masalah itu, red),” terang dua lelaki yang membawa satu pikap dan satu truk tersebut.

Kesulitan mencari informasi, kemudian media ini berpindah ke atas lokalisasi Girun, tepatnya di warung kecil yang terbuat dari bambu. Di sana sudah banyak orang yang sedang nongkrong dengan meminum kopi atau pun es.

Media inipun mencoba berbaur dengan sejumlah orang yang berkisar 7 orang dengan rincian 6 laki-laki dan satu perempuan yang duduk menyendiri dan telah lebih dulu ada di warung tersebut.

Pewarta media ini pun memesan minum pada ibu-ibu penjual di warung tersebut. Namun ketika duduk, perangai orang sekitar yang sedang duduk bersama nampak aneh dan menunjukkan wajah curiga. Bahkan dua orang yang baru saja memesan kopi langsung membayar kopi tersebut dan pergi begitu saja, padahal kopi yang diberikan penjual warung baru diminum sedikit.

Maklum, memang kondisi saat itu baik warga sekitar atau pun orang yang sengaja datang di lokalisasi Girun nampak bingung ketika Pemkab Malang bersama PT KAI telah memberikan jangka waktu untuk pengosongan.

Beberapa jam nongkrong akhirnya beberapa orang yang juga duduk di warung tersebut berangsur pergi. Hanya saja, di situ tersisa wanita yang duduk sendirian. Diperkirakan wanita tersebut adalah salah satu PSK yang menunggu barangnya di angkat oleh beberapa orang di lokalisasi Girun.

Baca Juga : Siapakah Sosok Wanita Penyair yang Dipuji Rasulullah? 

 

Penjual warung yang hanya mengaku panggilannya di situ adalah Mak menuturkan, bahwa ia juga tidak mengerti kenapa bangunan tersebut akan diratakan dengan tanah. 

“Tidak tahu mas, katanya itu tanah milik kereta api (PT KAI),” kata Mak.

Ketika menjawab, Mak memang sempat curiga dan memilih duduk di depan rumahnya sendiri dan tidak duduk di warungnya. Namun media ini mencoba untuk kembali mengajak bicara terkait hal lokalisasi Girun agar tidak mencurigakan.

Diluar dugaan, wanita yang sedang duduk sendiri itu tertarik untuk ikut dalam pembicaraan tersebut. Bahkan wanita itu menyesalkan pembongkaran lokalisasi Girun yang dianggap telah berada jauh dari pantauan orang luar.

“Lha (lokalisasi, red) Kandangan itu bagaimana, itu malah kelihatan dari jalan, malah terlihat kotor,” kata wanita yang mengaku namanya Suci tersebut.

Suci mengatakan bahwa pembongkaran lokalisasi Girun nampak ingin disegerakan. Pasalnya, ia menyebut jika Pemkab Malang melihat masyarakatnya tentunya pembongkaran tidak dilakukan saat ini mengingat waktunya mendekati Hari Raya Idul Fitri.

“Mau lebaran gini gimana mas, kami ini cari uang hari ini untuk besok, tapi kalau tidak dapat hari ini ya bagaimana,” keluh Suci.

Suci pun menuturkan bahwa pembongkaran lokalisasi Girun dan tidak mendapatkan ganti akan berimbas pada potensi PSK untuk stay dekat jalan. Karena ia meyakini bahwa PSK masih belum kembali di daerah asalnya, mengingat mereka membutuhkan uang untuk pulang.

“Lha kalau mereka (PSK) cari uangnya dekat jalan malah membuat kotor daerah sini,” katanya seakan menyebutkan bahwa pembongkaran lokalisasi Girun juga tidak ada solusi yang tepat.

Di sisi lain, Mak menambahkan bahwa penghasilan sehari-hari dirinya adalah dari penjualan makanan dan minuman di warung. Kini, ketika lokalisasi Girun telah dibongkar ia justru bingung dapat mencari uang di mana.

“Ya bagaimana lagi mas, cari uangnya ya disini. Tapi saat ini dibongkar, saya mau bagaimana,” keluh Mak.

Setelah mendapat informasi sedikit dari warung tersebut, media ini kembali. Ketika pulang dengan melewati arah berbeda, juga tidak terlihat ada PSK yang sedang mangkal ataupun bersembunyi di warung.

Topik
Lokalisasi Girun pembongkaran lokalisasi girun psk girun potensi psk mangkal di jalan berita lokalisasi kabupaten malang PT KAI DAOP 8

Berita Lainnya