Gelar Salat Idul Fitri di Kota Malang, Wajib Taati Syarat Ini! | Batu TIMES

Gelar Salat Idul Fitri di Kota Malang, Wajib Taati Syarat Ini!

May 07, 2021 16:22
Ilustrasi salat Idul Fitri. (Foto: islami.co).
Ilustrasi salat Idul Fitri. (Foto: islami.co).

MALANGTIMES - Tahun ini, gelaran salat Idul Fitri 1442 H di Kota Malang diperbolehkan. Namun, lantaran masih dalam situasi pandemi Covid-19 masyarakat yang melaksanakan salat harus mengikuti syarat-syarat yang ditetapkan.

Hal itu diatur dalam Surat Edaran (SE) No 21 tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Ibadah Salat Idul Fitri tahun 1442 H tahun 2021 dalam Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 yang ditandatangani Wali Kota Malang Sutiaji.

Baca Juga : Pretty Guardian Sailor Moon Eternal The Movie akan Tayang 3 Juni di Netflix

Adapun, isi dari SE tersebut mengatur tentang penyelenggaraan salat Idul Fitri 1442 H. Di mana masyarakat diperbolehkan melaksanakannya di masjid ataupun lapangan terbuka, namun harus memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.

"Dan bagi masyarakat yang menjalankan ibadah salat Idul Fitri agar dilaksanakan di tempat lingkungan terdekat," ujar Sutiaji.

Selain itu, syarat pengelola area tempat pelaksanaan salat Idul Fitri juga diatur. Selain wajib menyediakan alat ukur suhu, tempat cuci tangan, hingga pembatasan jarak miniman 1 meter, di area tempat salat harus menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan.

Sebelum dimulainya kegiatan, juga harus dilakukan pembersihan dengan disinfektan di area tempat pelaksanaan. Kemudian, membatasi jumlah pintu atau jalur keluar masuk tempat pelaksanaan guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan.

Jika ditemukan jamaah dengan suhu lebih dari 37,3 derajat celcius dalam 2x pemeriksaan dengan jangka waktu 5 menit, maka tidak diperkenankan memasuki area tempat pelaksanaan ibadah.

Hal lain yang juga diatur yakni mengenai pengedaran kotak amal untuk sedekah perorangan, yang biasanya dilakukan secara bergilir dan berpindah dari tempat satu ke yang lainnya hal ini dilarang.

"Jadi, tidak mewadahi sumbangan atau sedekah jamaah dengan cara menjalankan kotak amal, karena berpindah-pindah tangan rawan terhadap penularan penyakit," imbuhnya.

Tak hanya itu, penyelenggara juga harus memberikan imbauan kepada masyarakat tentang protokol kesehatan pelaksanaan salat Idul Firi yang meliputi, jamaah harus dalam kondisi sehat, membawa sajadah atau alas salat dan alat salat masing-masing, menggunakan masker sejak keluar rumah dan selama berada di area tempat pelaksanaan ibadah.

Baca Juga : Niat, Hukum, Tata Cara dan Ketentuan Pelaksanaan Mengganti Puasa Ramadan

"Lalu tetap menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, menghindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan, menjaga jarak antar jamaah minimal 1 meter," terangnya.

Dalam hal ini, yang juga disoroti adalah tidak diperkenankan membawa anak-anak dan warga lanjut usia (Lansia) untuk mengikuti salat Idul Fitri. Hal itu, lantaran dikhawatirkan rentan tertular penyakit.

"Karena anak-anak dan lansia rentan tertular penyakit. Serta orang dengan sakit bawaan yang berisiko tinggi terhadap Covid-19 juga tidak dibolehkan mengikuti salat Idul Fitri di Masjid atau di lapangan," tandasnya.

Terkait dengan pengawasannya, Pemkot Malang meminta jajaran Camat dan Lurah untuk melaksanakan pemantauan dan pengendalian wilayah dalam rangka pelaksanaan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri.

 

Topik
Salat Idul Fitri syarat salat idul fitri Walikota Malang Sutiaji berita kota malang protokol kesehatan salat idul fitri

Berita Lainnya