Modus Investasi Lahan, Emak-Emak Lakukan Penipuan Rp 48 Miliar | Batu TIMES

Modus Investasi Lahan, Emak-Emak Lakukan Penipuan Rp 48 Miliar

May 06, 2021 17:45
LY saat diamankan
LY saat diamankan

SURABAYATIMES - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim berhasil menangkap resedivis wanita penipu yang sudah 3 kali masuk bui dengan kasus yang sama. Kali ini ia menawarkan investasi pembebasan lahan yang ada di daerah Osowilangun Surabaya, dengan menjanjikan keuntungan kepada korban.

LY wanita 48 tahun, warga Surabaya itu telah 3 kali menjalani hukuman atas kasus pencucian uang pada tahun 2005, 2006 dan 2011 lalu. Kini LY kembali diamankan polisi dengan kasus yang sama. 

Baca Juga : Dikenal Tangguh, Inilah Para Perempuan Penjaga Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan bahwa modus LY adalah menawarkan investasi terkait pembebasan lahan yang ada di daerah Osowilangun Surabaya dengan menjanjikan keuntungan kepada korban. 

"Sehingga korban menderita kerugian sebanyak 48 miliar dan modus bersangkutan juga memberikan cek kepada korban, tapi setelah dicek ke Bank ternyata sudah tidak bisa dicairkan," ujar Gatot saat ungkap kasus, Kamis (6/5/2021). 

Barang bukti yang berhasil diamankan penyidik adalah 7 lembar cek Bank BCA beserta 7 lembar surat keterangan penolakan dari Bank BCA Cabang Pembantu Kusuma Bangsa Surabaya. Kemudian 2 mobil merek Toyota Fortuner VRZ tahun 2020, 4 unit mobil jenis Mercedes Benz, 3 unit mobil Pick Up, 6 buah jam tangan berbagai merk mulai dari Rolex, Franck Muller, 3 tiga buah cincin Natural Blue Saphire dan uang tunai sebesar Rp 100 juta. 

Sementara itu Wadirkrimum Polda Jatim AKBP Nasrun Pasaribu menambahkan bahwa LY telah 3 kali menjalani hukuman dengan kasus yang sama pada tahun 2005, 2006 dan 2011 lalu. Ia pernah ditangani Polrestabes Surabaya. 

Tersangka memiliki keahlian bisa mendekati seseorang bisa meyakinkan, korban akhirnya tidak sadar. Dalam waktu 6 bulan secara bertahap korban memberikan uang sebanyak Rp 48 miliar kepada tersangka. 

"Dari barang bukti di sini kita kenakan pencucian uang sehingga kita kenakan TPPU tersebut sehingga kita dapat mengembalikan aset daripada si pelapor. Sehingga tidak hilang aset untuk bisa kita kembalikan kepada pelapor," ungkapnya. 

Baca Juga : Pembangun Masjid Pemkab Jombang, ASN Dipatok Menyumbang Hingga Rp 2 Juta

Nasrun juga mengatakan bahwa tersangka tersebut menawarkan investasi tanah kepada korban, namun tanah tersebut ternyata fiktif. 

"Investasi bahwa itu sangat menjanjikan dan tanah tersebut mejadikan (korban) tergiur tapi setelah kita cek ternyata bukan punya dia. Tapi punya orang lain yang sedang dalam perkara," tutur Nasrun. 

Tersangka pencucian uang dikenakan Pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP dan atau Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 UU RI No. 8 tahun 2010 tentang tindak Pidana penipuan dan atau penggelapan dan atau pencucian uang dengan ancaman pidana 4 tahun dan 20 tahun.

Topik
penipuan investasi wanita penipuan Polrestabes Surabaya residivis penipuan Polda Jatim

Berita Lainnya