Dikenal Tangguh, Inilah Para Perempuan Penjaga Masjidil Haram dan Masjid Nabawi | Batu TIMES

Dikenal Tangguh, Inilah Para Perempuan Penjaga Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

May 13, 2021 06:15
Masjid Nabawi (Foto: planificatuviaje.es)
Masjid Nabawi (Foto: planificatuviaje.es)

INDONESIATIMES - Arab Saudi kini terus menunjukkan kesetaraan gender dengan pemberdayaan perempuan. Diketahui, di sana juga ada tentara wanita berseragam yang memandu jamaah umrah di Makkah. 

Banyak sekali tentara wanita yang dikerahkan di Makkah dan Madinah. Mereka bertugas untuk menjamin keamanan jamaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Baca Juga : Tata Cara dan Niat Salat Idul Fitri Sendiri atau Berjamaah di Rumah di Tengah Pandemi Covid-19

Diketahui, terdapat perwira terlatih militer yang terdiri dari 113 perempuan yang ditempatkan di Masjid Nabawi. Mereka dibentuk sejak 6 bulan lalu.

Tentara perempuan tersebut merupakan bagian dari Pasukan Keamanan Khusus Arab Saudi. Mereka bekerja sepanjang hari, dan dibagi menjadi 4 tim yang masing-masing terdiri dari hampir 18 orang.

Melansir melalui Arabnews, Mayor Jenderal Abdul Rahman Al-Mashhan, direktur Kepolisian Madinah menyebut mereka bertugas untuk mengawasi dan membantu jamaah umrah.

Tentara wanita itu mengenakan seragam warna moka, baret hitam, dan sebagian wajah tertutup cadar. Para perwira muda itu mengawasi bagian masjid untuk membimbing dan membantu jamaah perempuan serta menegakkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Mereka juga dibekali pelatihan profesional, mulai dari bela diri, pertolongan pertama, dan cara menggunakan senjata api. Selain itu mereka harus mengikuti kursus bahasa Arab dan Inggris, pendidikan komputer, dan kebugaran.

Salah satu tentara wanita Hanan Al-Rashidi (27), yang bertugas selama 8 bulan, memilih pekerjaan itu karena bisa terjun langsung dalam pelayanan kemanusiaan.

"Saya sangat gembira. Merupakan suatu kehormatan untuk bekerja di Masjid Nabawi dan melayani para tamu Allah," kata Hanan.

Hanan bahkan mengungkapkan kebanggaannya dalam mengibarkan bendera untuk Saudi Vision 2030 dan menganggap era saat ini sebagai salah satu pemberdayaan perempuan.

Baca Juga : Bermodal Kain Perca, Lukisan Seniman Asal Malang Melenggang hingga Shanghai China

"Saya bersyukur bisa bekerja di posisi ini. Kepemimpinan kami telah memberi kami banyak kesempatan. Dari mengemudi hingga bekerja di bidang apapun, wanita setara dengan pria. Tidak ada bedanya," ujarnya.

Dari perspektif sejarah, penempatan perwira wanita di Makkah dan Madinah ini menjadi salah satu dari banyak perubahan luar biasa di Arab Saudi sejak Putra Mahkota Mohammed bin Salman meluncurkan rencana Visi 2030 pada April 2016.

Pemberdayaan perempuan, termasuk inklusi ekonomi dan partisipasi angkatan kerja merupakan salah satu tujuan utama dari program Visi 2030.

Sebagai bagian dari strategi, Arab Saudi tak hanya memperkenalkan reformasi hukum tetapi juga mendanai proyek dan inisiatif di sejumlah sektor, termasuk pariwisata, investasi, dan budaya yang telah menciptakan peluang bagi perempuan.

Bersamaan dengan inisiatif ini, sektor pemerintah telah berkomitmen untuk menjamin dan melindungi hak-hak perempuan di tempat kerja mereka. 

Topik
tentara wanita Arab Saudi jamaah umrah

Berita Lainnya