Era Digitalisasi, Dewan Pengawas UIN: Perguruan Tinggi Jadi Basis Moderasi Beragama | Batu TIMES

Era Digitalisasi, Dewan Pengawas UIN: Perguruan Tinggi Jadi Basis Moderasi Beragama

Apr 07, 2021 16:34
Dari kiri, Dewan Pengawas UIN Maliki Malang, Prof Dr Phil H Muhammad Nur kholis Setiawan MA dan  Wakil Rektor Bidang AUPK Dr Ilfi Nurdiana MSI (Ist)
Dari kiri, Dewan Pengawas UIN Maliki Malang, Prof Dr Phil H Muhammad Nur kholis Setiawan MA dan Wakil Rektor Bidang AUPK Dr Ilfi Nurdiana MSI (Ist)

MALANGTIMES - Pelatihan Teknis Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK) yang dihelat oleh Pusat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat bekerjasama dengan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Rabu (7/4/2021), turut menghadirkan Dewan Pengawas UIN Maliki Malang, Prof Dr Phil H Muhammad Nur kholis Setiawan MA, yang juga turut menjadi narasumber.

Pada paparannya, pria yang akrab disapa Prof Nur Kholis itu menyampaikan tentang peranan penting perguruan tinggi, terlebih lagi pada era digitalisasi seperti saat ini. Dijelaskannya, banyak perubahan yang terjadi di era digital pada berbagai aspek kehidupan, baik itu gaya hidup dalam beragama maupun kebangsaan.

Baca Juga : Berdalih Periksa Kesehatan, Oknum Dosen di Jember Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Pada Ponakan di Bawah Umur

Karenanya, kehadiran perguruan tinggi seperti halnya UIN Malang dalam era digitalisasi seperti saat ini sangatlah penting. Sebuah perguruan tinggi dibutuhkan kehadirannya untuk mengintegrasikan nilai-nilai keislaman yang moderat.

"UIN Malang harus bisa menjadi filter agar masyarakat memahami Islam secara moderat," harapnya.

Sebagai sebuah perguruan tinggi yang menyandang nama besar dan dengan berbagai macam fasilitas yang dimiliki, UIN Malang tentunya harus mampu menyalurkan sistem yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Terlebih lagi saat ini, UIN Malang telah menjalankan layanan berbasis Badan Layanan Umum (BLU), sehingga diharapkan bisa memberikan pelayana yang memuaskan terhadap para pengguna jasa.

"Sistem yang dikembangkan harus proporsional dan profesional, apa lagi yang menyangkut soal layanan publik. Semua harus dilakukan secara transparan dan akuntabel," tegasnya.

Karenanya, penyesuaian berbagai layanan harus disesuaikan dengan kebutuhan saat ini. Pemutakhiran sistem lama perlu dilakukan guna menghindari UIN Malang tertinggal dari perguruan tinggi lainnya, termasuk juga mengantisipasi hilangnya trust maupun menurunnya kepuasan para pengguna jasa.

Baca Juga : Viral Video Aksi Ormas Bubarkan Pertunjukan Seni, Seorang Wanita Sampai Diludahi

"Karena itulah sebuah perguruan tinggi harus mampu membaca sebuah perubahan dengan cepat, agar tidak ketinggalan. Perguruan tinggi juga sangat penting dalam  pembangunan dan menjaga keutuhan bangsa, pemerintah melalui Kementerian Agama dan PTKIN mengajak untuk bersama membangun menguatkan bidang agama secara moderat. Pembangunan bidang agama ini penting, karena menjadi basis menjaga NKRI," terangnya.

Wakil Rektor Bidang AUPK Dr Ilfi Nurdiana MSI menambahkan, jika dalam.era digitalisasi seperti saat ini, peran media sangatlah besar dalam menyampaikan maupun mempublikasikan sebuah informasi positif, termasuk juga dalam memberikan pelayan terhadap para pengguna jasa.

"Keberadaan medsos bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan layanan di perguruan tinggi," pungkasnya. 

Topik
UIN Malang UIN Maliki Malang Perguruan Tinggi

Berita Lainnya