Kamar Warga Binaan Lapas Malang Digeledah Petugas, Polisi dan BNN, Ada Apa? | Batu TIMES

Kamar Warga Binaan Lapas Malang Digeledah Petugas, Polisi dan BNN, Ada Apa?

Apr 06, 2021 16:15
Pegawai Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Malang bersama petugas dari BNN Kota Malang dan Polresta Malang Kota usai melakukan penggeledahan di kamar warga binaan, Selasa (6/4/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Pegawai Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Malang bersama petugas dari BNN Kota Malang dan Polresta Malang Kota usai melakukan penggeledahan di kamar warga binaan, Selasa (6/4/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Dalam mencegah masuknya narkoba dan barang-barang terlarang lainnya yang dapat digunakan oleh WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang menggandeng BNN (Badan Narkotika Nasional) Kota Malang dan Polresta Malang Kota melakukan penggeledahan di setiap kamar WBP

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Malang Tri Anna Ariyati menjelaskan, bahwa selain untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang, juga sebagai rangkaian kegiatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-57 tahun. 

Baca Juga : Duta Informasi Kabupaten Malang 2021 Capai Puncak, Ini Ketiga Pemenangnya

"Kegiatan penggeledahan pada siang ini adalah salah satu kegiatan dari rangkaian Hari Bhakti Pemasyarakatan antara lain kita mengadakan razia hunian warga binaan pemasyarakatan. Kemudian donor darah. Lalu ada satu hari menggunakan produk dari narapidana," jelasnya kepada MalangTIMES.com, Selasa (6/4/2021). 

Perempuan yang akrab disapa Tri ini menuturkan bahwa dari kegiatan razia di setiap kamar WBP tersebut tidak ditemukan narkoba maupun senjata tajam. 

"Alhamdulillah kita lihat dari hasil razia LPP Malang ini zero dari bentuk sajam maupun narkoba," katanya. 

Setidaknya terdapat empat blok hunian yang dilakukan penggeledahan dengan jumlah WBP di Lapas Perempuan Kelas IIA Malang sebanyak 523 orang. 

Dikatakan Tri bahwa penggeledahan dilakukan di setiap kamar WBP. Dari penggeledahan itu, petugas menemukan beberapa barang yang dikhawatirkan dapat disalahgunakan oleh WBP. 

"Kita lihat tadi ada paku, kemudian obat-obat yang tidak diminum. Itu obat dari klinik kami. Yang penting tidak ada sajam dan tidak ada narkoba," terangnya. 

Selain itu juga ditemukan barang yang awalnya dicurigai seperti gula batu atau sabu. Namun setelah dilakukan pengecekan oleh pihak BNN Kota Malang dan Polresta Malang Kota barang tersebut merupakan tawas yang dipergunakan untuk mencegah bau badan. 

"Tawas itu biasanya untuk (mencegah, red) bau badan. Tawas itu dua pocket. Iya (diperbolehkan, red). Karena kalau pakai roll on malah di dalamnya suka ada barang-barang yang dapat disalahgunakan. Tawas mungkin menurut kita lebih aman," jelasnya. 

Perempuan yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang selama dua setengah tahun ini mengatakan, bahwa penggeledahan pada kamar-kamar WBP juga dilakukan secara rutin satu minggu sekali.  

Baca Juga : Polisi Berhasil Ringkus Sepasang Kekasih Pengedar Sabu

"Satu minggu sekali juga sudah ada razia. Tapi yang melibatkan pihak luar ya insidentil. Mungkin kalau yang berbarengan itu setiap triwulan tiga bulan sekali," ujarnya. 

Pihaknya berharap dengan adanya kegiatan penggeledahan di kamar-kamar WBP dapat mencegah perilaku WBP yang berupaya mencoba memasukkan barang-barang terlarang seperti narkoba dan senjata tajam. 

Sementara itu, Kepala BNN Kota Malang AKBP Agus Irianto mengatakan, bahwa kegiatan penggeledahan di kamar-kamar WBP merupakan perintah dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM. 

"Kemudian di Lapas Perempuan ini alhamdulillah sampai saat ini zero. Tidak ditemukan tentang narkotika. Baik golongan satu, dua, tiga dan empat tidak ada. Semua per blok, per kamar kita teliti satu per satu tidak ditemukan (narkoba, red)," bebernya. 

Lalu terkait pelaksanaan tes urine kepada WBP, dikatakan Agus, bahwa kegiatan tersebut untuk saat ini belum dilakukan. Nantinya jika akan dilakukan tes urine kepada WBP, tidak ada diberitahukan waktu pelaksanaannya. 

"Harapan (kita, red) Indonesia Bersinar. Bersih Narkoba. Jadi satu War On Drugs perangi segala narkotika. Kemudian bersih dari narkoba. Lingkungan dari mana pun. Mulai dari keluarga, lingkungan lembaga, termasuk lingkungan Lapas," pungkasnya.

Topik
lapas perempuan malang penggeledahan kamar warga binaan Warga Binaan Lapas Wanita berita kota malang

Berita Lainnya