Larangan Mudik Lebaran 2021, Pengusaha Jasa Transportasi Sesalkan Kebijakan Pemerintah | Batu TIMES

Larangan Mudik Lebaran 2021, Pengusaha Jasa Transportasi Sesalkan Kebijakan Pemerintah

Apr 01, 2021 10:13
Owner PO Bus Pariwisata Primo 57 Trans, Gerry Aprilian  (foto: istmewa)
Owner PO Bus Pariwisata Primo 57 Trans, Gerry Aprilian (foto: istmewa)

MALANGTIMES- Kebijakan pemerintah terkait larangan mudik lebaran 2021 itu, membuat para pengusaha yang bergerak di bidang jasa transportasi sangat menyesali keputusan tersebut. Hal itu sangat berdampak bagi perekonomian mereka.

Salah satunya, Owner PO Bus Pariwisata Primo 57 Trans Gerry Aprilian mengatakan, pada momentum lebaran pihaknya selalu mampu mengangkat perekonomi para pekerja di bidang jasa transportasi. Sebab, arus mudik sudah menjadi kalender closing target.

Baca Juga : Aturan Baru KAI Terkait Pemeriksaan GeNose C19, Calon Penumpang Jarak Jauh Wajib Perhatikan ini!

"Karena, ketika ada bulan-bulan tertentu yang tidak mencapai target atau bulan-bulan sepi order, momentum mudik bisa mensubsidi kekurangan itu," ujarnya, Kamis (1/4/2021).

Mengingat, dalam satu tahun kebelakang pengusaha BusTrayek (AKAP/AKDP) maupun Non Trayek (Bus Pariwisata) selama pandemi satu tahun kebelakang sangat menurun pendapatannya.

Dengan disahkannya kebijakan itu, maka dipastikan para pengusaha angkutan bus harus kembali gagal menutup kerugian tahun lalu.

"Itulah yang seharusnya juga dipertimbangkan oleh pemerintah sebelum menetapkan kebijakan larangan mudik ini. Jika pun tidak begitu, mohon kami diberi solusi agar perputaran ekonomi di bidang jasa transportasi ini juga tatap ada penghasilan," ungkapnya.

Menurutnya, dengan adanya kebijakan larangan mudik 2021, justru masyarakat sendiri akan nekat dan membludak untuk mudik dan akan timbul travel-travel gelap atau ilegal.

Baca Juga : Pemerintah Tolak KLB Demokrat, Pengamat Politik Sarankan Moeldoko Tinggalkan Jabatan KSP

"Bila mana mudik bisa diperbolehkan dan diizinkan, asalkan tetap sesuai protokol kesehatan dan tentu dilakukan test swab, antigen, genose di setiap titik pemberangkatan pemudik. Karena selama ini, hasil test Covid-19 itu sudah menjadi hal wajib untuk para penumpang saat bepergian kemana pun dan mengunakan jenis transportasi apa pun," ujarnya

Diketahui, Gubernur Jawa Timur Kofifah Indar Parawansa telah menyetujui terkait larangan mudik di tahun 2021. Keputusan itu dilakukan dan telah menemukan hasil, melalui rapat koordinasi tingkat Mentri pada 23 Maret 2021 lalu.

"Selalu ada kenaikan angka kasus positif covid-19 pada libur panjang. Oleh karena itu, format pelarangan mudik yang sudah diumumkan oleh Menko PMK, kami setujui," ujar Khofifah.

Topik
larangan mudik mudik 2021 pengusaha angkutan

Berita Lainnya