Pengolahan Air Limbah Domestik, Kementerian DLHK Resmikan IPAL di Desa Pesanggrahan | Batu TIMES

Pengolahan Air Limbah Domestik, Kementerian DLHK Resmikan IPAL di Desa Pesanggrahan

Mar 03, 2021 18:39
Mentri DLHK melalui Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan bersama Wali Kota Batu meresmikan IPAL di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu, Rabu (3/3/2021). (Foto: Mariano Gale)
Mentri DLHK melalui Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan bersama Wali Kota Batu meresmikan IPAL di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu, Rabu (3/3/2021). (Foto: Mariano Gale)

BATUTIMES-Antisipasi pencemaran limbah domestik (rumah tangga), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membangun ratusan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya IPAL yang diresmikan di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu, Rabu (3/3/2021).

Saat diresmikan oleh Kementerian DLHK melalui Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Karliansyah mengatakan, hal ini menjawab hak-hak masyarakat yang tertuang dalam Undang-undang untuk mendapatkan lingkungan yang bersih, dengan udara segar dan air bersih.

Baca Juga : Pandemi, LLDIKTI Imbau Kampus Waspadai Lost of Learning Pemicu Stunting of Knowledge

Pembangunan IPAL ini dilaksanakan bertujuan agar angka indeks air meningkat. Namun kenyataannya, jumlah indeks air menurun diakibatkan karena limbah rumah tangga yang belum diolah dengan sempurna.

Di sisi lain, pembangunan IPAL di Desa Pesanggarahan ini sangat baik dan berbeda dengan pembangun IPAL di daerah lain. Karena pembangunannya dilakukan di bawah jalan.

"Ini model yanh luar biasa, karena pembangunannya di tempat pemukiman padat penduduk dan tidak memiliki lahan. Dan memanfaatkan jalan untuk mengolah limbah. Persisnya di bawah jalan. Dan ini lengkap dari fisik, kimia hingga biologis. Nah, jika limbah domestik bisa diolah, maka indeks airnya meningkat," ujarnya.

"Bagusnya lagi, mulai dari perancangan, pembangunan dan pengelolaannya itu dari masyarakat sendiri," imbuhnya.

Direktur Pengendalian Pencemaran Air, Luckmi mengatakan, pembangunan IPAL yang telah rampung pada November 2020 dan baru diresmikan sekarang, telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 394 juta.

Penggunaannya, air limbah dari rumah tangga nanti akan dialirkan ke instalasi pengolahan air limbah yang disebut IPAL Komunal.

"Yang sudah terhubung ada 55 KK di Desa Pesanggarahan. Dari 55 KK, pasti memiliki air limbah dari mandi cuci kakus dan dapur. Yang kemudian nanti diolah di IPAL Komunal. Kapasitasnya itu bisa menampung limbah mencapai 24 meter kubik perhari. Tetapi kapasitas terpasangnya sebenarnya untuk 60 KK. Jadi masih bisa dioptimalkan lagi. Jika sudah optimal IPAL nya, nanti bisa ditambah lagi 5 KK," jelasnya.

Baca Juga : KLB Demokrat Digelar dalam Waktu Dekat, Moeldoko Kandidat Terkuat Gantikan AHY

IPAL Komunal ini memiliki teknologi yang ramah lingkungan. Ada beberapa proses untuk mengolah air limbah. Di antaranya, penyaringan, pengendapan, dan biologi.

Melalui proses penyaringan dan pengendapan, kemudian melalui tahap biologi yang disebut anaerobik. Anaerobik ini berupa bakteri yang dicampurkan dengan air limbah, sehingga air yang dikeluarkan akan bersih.

"Setidaknya sudah memenuhi persyaratan pengelolaan air limbah, walaupun tidak sejernih air buat minum. Intinya, teknologi ini dibuat ramah lingkungan dan tepat guna. Dan tidak butuh biaya mahal. Yang penting penyaringan itu dirawat dan dibersihkan," ujarnya.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso berharap, dengan adanya IPAL ini bisa membantu menjaga kebersihan lingkungan sekitar mulai dari hulu-hilir. 

"Kami berharap agar IPAL ini bisa dirawat dengan baik. Jadi sebetulnya ada 4 pembangunan IPAL di Batu, hanya saja baru di Desa Pesanggrahan. Sisanya di Desa Sisir, Desa Temas, dan Desa Ngagglik. Semoga akan terlaksana tahun ini," ujarnya.

Topik
IPAL kota batu Kementerian Lingkungan Hidup Ipal Komunal

Berita Lainnya