Aliran Sungai di Desa Tulungrejo Tercemar Limbah Kotoran Ternak | Batu TIMES

Aliran Sungai di Desa Tulungrejo Tercemar Limbah Kotoran Ternak

Mar 03, 2021 16:13
Kondisi kandang komunal di Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Rabu (3/3/2021). (foto: Mariano Gale/MalangTIMES)
Kondisi kandang komunal di Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Rabu (3/3/2021). (foto: Mariano Gale/MalangTIMES)

BATUTIMES - Aliran sungai di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, tercemar  limbah kotoran ternak sapi. Limbah kotoran itu mengubah aliran sungai menjadi berwarna hijau.

Kepala Seksi Kesejahteraan (Kasi Kesra) Desa Tulungrejo Sugihartati mengatakan, limbah kotoran ternak itu langsung dibuang ke aliran sungai. Menurut survei, satu ekor  sapi mengeluarkan kotoran seberat 40 kilogram. Jika ada 509 ekor sapi dan limbah kotoran langsung dibuang ke aliran sungai, itu mencemari sungai.

Baca Juga : Kejaksaan Jombang Tetapkan Seorang Tersangka Korupsi Perpusdes Rp 328 Juta

"Hal ini sangat tidak baik bagi lingkungan sekitar. Selain itu, berdampak pada kenaikan angka stunting. Sebab, aliran sungai yang ada di Desa Tulungrejo dimanfaatkan untuk irigasi," ujarnya, Rabu (3/3/2021).

Terhadap penanganan limbah kotoran ternak, hingga saat ini masih dilakukan kajian bersama dari tim  dari Kecamatan Bumiaji, Dinas Kesehatan, dan Dinas lingkungan hidup. Penanganan ini juga telah dimasukan ke dalam musrenbangdes 2022.

"Ini harus segera ditangani. Khawatir akan mencemari sungai-sungai yang ada di Kecamatan Bumiaji seperti Punten, Sumbergondo, Pandanrejo, Bumikerto dan Giripurno," ujarnya.

Di sisi lain, Desa Tulungrejo sudah memiliki kelompok pengelola limbah yang bernama 'Alam Selaras' untuk biogas. Namun, menurut Sugihartati, kurang efektif. Sebab, hanya mengelola limbah yang berada di kandang komunal  kelompok petani peternak 'Wonorejeki' dan lembaga masyarakat desa hutan (LMDH).

Baca Juga : Korps Marinir Kini Bisa Lakukan Latihan Tempur di Wilayah Perhutani Malang

"Maka dari itu, kami berharap  agar dari pihak desa, kecamatan, dan semua dinas untuk saling berkoordinasi dan memberikan penanganan terkait hal ini," ujarnya.

Diketahui, tahun 2020 lalu warga Bumiaji yang memiliki sapi perah ada 509 ekor. Tetapi sangat disayangkan pengelolaan limbah kotoran sapi itu sangat kurang diperhatikan sehingga berdampak pada kesehatan masyarakat.

Topik
sungai tercemar berita kota batu

Berita Lainnya