Jalani Tes Kesehatan Lutung Jawa, Si Joni Terbangun Saat Diketahui Ada Peluru di Kakinya | Batu TIMES

Jalani Tes Kesehatan Lutung Jawa, Si Joni Terbangun Saat Diketahui Ada Peluru di Kakinya

Feb 23, 2021 14:34
Salah satu Lutung Jawa bernama Joni, jalani tes kesehatan serta pembedahan karena terdapat proyektil peluru di selangkangan kaki bagian kiri di Java Langur Center (JLC) di JLC, Coban Talun, Kota Batu, Selasa (23/2/2021) (foto: Mariano Gale)
Salah satu Lutung Jawa bernama Joni, jalani tes kesehatan serta pembedahan karena terdapat proyektil peluru di selangkangan kaki bagian kiri di Java Langur Center (JLC) di JLC, Coban Talun, Kota Batu, Selasa (23/2/2021) (foto: Mariano Gale)

BATUTIMES- Salah satu Lutung Jawa bernama Joni saat menjalani tes kesehatan di Java Langur Center (JLC), Coban Talun, Kota Batu, Selasa (23/2/2021). Saat proses tes kesehatan, ditemukan satu butir proyektil peluru di selangkangan kaki bagian kirinya.

Saat proses pembedahan, Joni yang sebelumnya dibius, terbangun dari tidurnya. Kemudian dokter pun melanjutkan pembedahan dengan sedikit menjahit di bagian luka bekas peluru tersebut.

Baca Juga : 10 Lutung Jawa Jalani Tes Kesehatan di Java Langur Center, Kota Batu

Dengan dipegang beberapa tim kesehatan, raut wajah Joni terlihat masih setengah teler akibat bius yang diberikan.

Manager JLC, Iwan Kurniawan membenarkan bahwa ada penemuan proyektil peluru yang terdapat di salah satu Lutung Jawa. Lutung Jawa itu bernama Joni. Joni ini merupakan penyerahan dari masyarakat Pasuruan yang kemudian diberikan kepada pihaknya melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pasuruan.

"Ini baru pertama ditemukan proyektil peluru. Biasanya tidak ditemukan hal seperti ini. Untungnya peluru itu tidak terkena hingga dalam daging. Letaknya masih berada di luar daging dan menepel di kulit luar dan tak mengenai otot. Untuk kondisinya masih sangat bagus," ujarnya.

Menurutnya, Joni ini dulunya merupakan peliharaan yang dimiliki oleh orang, yang kemudian lepas. Saat berada di luar, kemungkinan Joni mendapatkan tembakan proyektil peluru oleh orang lain.

"Sepertinya lutung ini bekas dipelihara. Kemudian lepas, dan ditembak oleh orang yang merasa terganggu akan kehadirannya," ujarnya.

Selain itu juga, ia mengungkap bahwa proyektil peluru itu masih baru dan utuh. "Peluru ini terlihat masih baru dan utuh. Berbeda dengan peluru yang sudah lama. Ini juga sebagai catatan dan evaluasi kami untuk lebih represif lagi dalam pengecekan," ujarnya.

Hal ini terbukti, bahwa perburuan dan kekerasan pada Lutung Jawa masih marak. "Ini perlunya edukasi yang lebih agar tidak ada pemeliharaan ataupun perdagangan Lutung Jawa dan kurang pengawasan habitat Lutung Jawa di hutan. Salah satu contoh yang paham edukasi, beberapa masyarakat sudah paham terkait edukasi dan berbondong membawa ke tempat rehab," ujarnya.

Pemberitaan sebelumnya, 10 Lutung Jawa Jalani Tes kesehatan di Java Langur Center (JLC), Coban Talun, Kota Batu, Selasa (23/2/2021). Kesepuluh Lutung itu memiliki nama. Diantaranya, Minah, Mini, Rifka, Nurul, Nisa, Gunawan, Parti, Parmi, Bona, dan Joni.

Baca Juga : Sukseskan Vaksinasi Covid-19, Dinkes Kota Malang Gelar Sosialisasi Imunisasi

"Mereka menjalani pengecekan kesehatan dikarenakan baru datang dan baru kita rehab," ujar Manager JLC, Iwan Kurniawan.

Sepuluh lutung tersebut, baru datang dari penyerahan masyarakat maupun dari pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) sendiri

"Di antaranya dari BKSDA Jogja ada 5 ekor, BKSDA Surabaya, penyerahan masyarakat dari Pasuruan Probolinggo. Jadi totalnya ada 10 ekor," ujarnya.

Tentu hal ini dilakukan agar sepeluh lutung tersebut tidak memiliki penyakit menular saat dilakukan rehabilitasi dalam satu kelompok. Seperti TBC, Hepatitis, dan lainya.

 

Topik
Lutung Jawa java langur center konservasi lutung jawa

Berita Lainnya