Mengenal Warung Hamur Kopi Mbah Ndut, Warung Kopi Pertama di Kampung Kayutangan Heritage | Batu TIMES

Mengenal Warung Hamur Kopi Mbah Ndut, Warung Kopi Pertama di Kampung Kayutangan Heritage

Feb 22, 2021 07:34
Pengelola warung Hamur Kopi Mbah Ndut Rudi Haris saat membersihkan cangkir-cangkir kopi, Minggu (21/2/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Pengelola warung Hamur Kopi Mbah Ndut Rudi Haris saat membersihkan cangkir-cangkir kopi, Minggu (21/2/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Dilaunching sekitar tahun 2018 lalu, Kampung Kayutangan Heritage mulai terlihat menggeliat. Hal ini terlihat dari banyaknya warga di dalam kawasan Kampung Kayutangan Heritage yang mulai merapikan bangunan rumahnya serta memberikan pernak-pernik barang-barang antik. Tujuannya agar pengunjung dapat merasakan sensasi berjalan di gang-gang kecil Kampung Kayutangan Heritage. 

Banyak juga masyarakat yang kemudian membuka usaha warung makan, toko kelontong dan warung kopi untuk singgah para pengunjung. Khusus untuk untuk warung kopi, terdapat satu warung kopi yang merupakan warung pertama atau sebagai pelopor di Kampung Kayutangan Heritage, disaat masyarakat masih sibuk dengan warung makan dan toko kelontongnya. Warung tersebut yakni Warung Hamur Kopi Mbah Ndut yang dikelola oleh Rudi Haris. 

Baca Juga : JIHNU Banyuwangi Rapatkan Barisan Jadwalkan Kajian Kitab Pendiri NU

Rudi Haris menyebutkan, disaat masyarakat yang berada di dalam Kampung Kayutangan Heritage masih menggeluti usaha dengan membuka warung makan atau toko kelontong, dirinya langsung berinisiatif memanfaatkan momentum untuk berubah haluan berjualan minuman. 

Rudi pun akhirnya menceritakan sejarah Warung Hamur Kopi Mbah Ndut yang awal mulanya juga sama dengan masyarakat yang lain, yakni berupa toko kelontong. 

"Dulu saya ya buka toko kelontong mas. Tapi waktu ada gagasan Kampung Kayutangan Heritage saya berpikir, kan nggak mungkin wisatawan yang datang itu beli beras, tepung atau telur. Akhirnya saya terpikirkan merubah toko kelontong ini menjadi warung kopi," ujarnya ketika ditemui pewarta di kediamannya yang bersebelahan dengan pemakaman Mbah Honggo, Minggu (21/2/2021). 

Akhirnya, Warung Hamur Kopi Mbah Ndut pun mulai beroperasi seiring dibukanya kawasan wisata Kampung Kayutangan Heritage. Rudi menuturkan, bahwa menu-menu yang disajikan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan warung kopi kekinian lainnya. 

"Menu-menu saya ya ada kopi, kopi susu, es kopi susu. Mulai harga Rp 5 ribu sampai yang paling mahal ya es kopi susu itu Rp 10 ribu," katanya. 

Namun yang berbeda dan ingin ditonjolkan oleh Rudi yakni banyaknya pernak-pernik barang antik menambah suasana tempo dulu tampak lekat di dalam warung kopi milik Rudi tersebut. Kebetulan juga, kata Rudi, di dalam rumah yang merupakan rumah punden keluarga tersebut, masih banyak koleksi benda-benda antik. 

"Nah selain saya menjual minuman, saya juga menjual konsep suasana tempo dulu mas. Saya letakkan televisi, radio, hiasan dinding jadul," ujarnya. 

Dari beberapa barang antik yang diletakkan pada Warung Hamur Kopi Mbah Ndut tersebut, Rudi mengatakan, terdapat satu barang yang menurutnya istimewa dan menjadi pemikat pengunjung untuk merasakan suasana tempo dulu. 

Baca Juga : Potret Kebersamaan TNI-Polri Saat Bantu Korban Banjir

"Ini juga ada radio merk Ralin keluaran tahun 1961 mas. Ini sampai sekarang masih ada kuitansi. Di kuitansi ini tertera dulu harganya Rp 6.900 dibeli di toko Radio Srikandi daerah perempatan Rajabally situ mas," ujarnya. 

Namun, masa-masa banyaknya pengunjung di medio 2018 hingga akhir 2019 tampak berubah setelah pandemi Covid-19 muncul dan mewabah sejak Bulan Maret 2020. Rudi pun terpaksa harus menutup Warung Hamur Kopi Mbah Ndut untuk antisipasi bersama. 

"Ya semenjak ada pandemi Covid-19 yang mewabah awal 2020 itu, akhirnya warung ini saya tutup mas. Sudah satu tahun saya tutup," terangnya. 

Meskipun telah tutup, Rudi masih memiliki harapan untuk memanfaatkan tempat bekas Warung Hamur Kopi Mbah Ndut tersebut menjadi tempat tongkrongan lagi. 

"Saya juga mempunyai angan-angan mas, nanti kalau Covid-19 sudah mereda saya ingin buka warung dengan berjualan ketan bubuk dan mendol," tandasnya.

Topik
warung hamur kopi mbah ndut kampung kayutangan heritage Kayutangan Heritage Tempo Dulu pengusaha warung makan toko kelontong

Berita Lainnya