Stok Calon Gubes UIN Malang Masih Melimpah, 98 Lektor Kepala Berpotensi Jadi Gubes | Batu TIMES
Banyak Guru Besar, UIN Maliki Malang Kian Berkibar  5

Stok Calon Gubes UIN Malang Masih Melimpah, 98 Lektor Kepala Berpotensi Jadi Gubes

Feb 16, 2021 10:17
Ketua Senat UIN Maliki Malang,Prof Dr HA Muhtadi Ridwan MAg (istimewa)
Ketua Senat UIN Maliki Malang,Prof Dr HA Muhtadi Ridwan MAg (istimewa)

MALANGTIMES - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN MALIKI) Malang saat ini memiliki 26 Guru Besar. Jumlah tersebut setelah diluncurkannya program Akselerasi Guru Besar oleh Rektor UIN MALIKI Malang Profesor Dr Abdul Haris MAg yang mengantarkan 19 Guru Besar baru di UIN MALIKI Malang.

Potensi penambahan jumlah Guru Besar ini terbuka lebar. Sebab, potensi sumberdaya manusia di UIN Malang yang berpeluang menjadi guru besar, jumlahnya juga melimpah.

Baca Juga : UIN Malang Kejar Target 43 Guru Besar, Satu Prodi Satu Profesor

 

Ketua Senat UIN MALIKI Malang, Prof Dr HA Muhtadi Ridwan MAg membenarkan, jika saat ini potensi SDM sebagai bibit Guru Besar di UIN Malang, masih melimpah. Dijelaskannya, jika saat ini jumlah potensi yang dimiliki itu jumlahnya puluhan. "Masih ada potensi 98 yang bisa menjadi potensi Guru Besar," jelasnya.

Jumlah 98 itu, bahkan dalam waktu dekat, yakni sekitar satu sampai dua tahun, bisa didorong untuk meraih gelar Guru Besar yang tentu itu akan menjadi kabar gembira dalam pertama Guru Besar di UIN MALIKI Malang.

98 potensi tersebut dalam jabatan fungsionalnya merupakan Lektor Kepala yang tentunya berpeluang besar menjadi seorang Guru Besar. Dan untuk syarat mereka Lektor Kepala untuk menjadi seorang Guru Besar yakni memiliki pengalaman kerja sebagai dosen tetap paling singkat 10 tahun; Memiliki kualifikasi akademik doktor; Paling singkat tiga tahun setelah memperoleh ijazah doktor; Paling singkat 2 (dua) tahun menduduki jabatan Lektor Kepala.

Kemudian, telah memenuhi angka kredit yang dipersyaratkan baik secara kumulatif (850 ak) maupun setiap unsur kegiatan; Memiliki karya ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional bereputasi sebagai penulis pertama dan penulis korespondensi; Sudah lulus Sertifikasi Dosen; Memiliki kinerja, integritas, etika dan tata krama, serta tanggung jawab.

Hal di atas telah tercantum dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan RB) nomor 46 Tahun 2013 Tentang perubahan Atas Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 17 Tahun 2013 Tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya.

Selain itu, potensi besar yang dimiliki masih bertambah manakala terdapat mereka yang mempunyai jabatan akademik sebagai Lektor melakukan loncatan jabatan ke Guru Besar. Pada potensi ini UIN MALIKI Malang memiliki 188 sumberdaya dengan jabatan sebagai Lektor.

Baca Juga : Guru Besar UIN Malang Bertambah, Mutu Pendidikan Meningkat, Kelembagaan semakin Kuat

 

Namun untuk melakukan dan loncatan jabatan itu, terdapat syarat khusus. Yakni, paling singkat dua tahun menduduki jabatan Lektor; Pemenuhan persyaratan khusus berupa empat artikel yang dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi sebagai penulis utama; Dua karya ilmiah di antaranya mempunyai SJR jurnal atau JIF Web of Science Clarivate Analytic paling sedikit 1,00 dan dua diantaranya dipublikasikan setelah pendidikan sekolah ; Memenuhi syarat-syarat lainnya sesuai ketentuan perundangan.

"Walaupun Kum nya 900, tapi tidak ada syarat khusus, tentu nggak bisa," pungkasnya.

Sementara itu, dari data rekap usulan kenaikan pangkat dan usul Guru Besar 2017-2021 Dosen UIN MALIKI Malang yang diperoleh per 8 Februari 2021, terdapat 17 Lektor Kepala yang saat ini tengah berproses dalam rangka kenaikan jabatan menjadi seorang Guru Besar.

Topik
UIN Malang UIN Maliki Malang Rektor UIN Malang rektor uin profesor haris senat uin malang

Berita Lainnya