Pohon Jeruk Selorejo Dirusak Oknum, Sekda Kabupaten Malang Angkat Suara | Batu TIMES

Pohon Jeruk Selorejo Dirusak Oknum, Sekda Kabupaten Malang Angkat Suara

Jan 23, 2021 17:14
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Wahyu Hidayat (Hendra Saputra)
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Wahyu Hidayat (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat, angkat bicara ihwal adanya perusakan pohon jeruk di Desa Selorejo, Kecamatan Dau. 

Menurut Wahyu, sebelumnya antara petani jeruk dan PemDes Selorejo telah difasilitasi untuk menemukan kesepakatan terbaik dan tidak sampai bersaing di meja hijau. Bahkan, Wahyu kaget mendengar kabar bahwa ada pohon jeruk yang dirusak oleh orang tak dikenal. Sehingga membuat petani membuat keputusan untuk melapor ke kepolisian terkait insiden yang membuat semakin panasnya petani jeruk dengan Pemerintah Desa Selorejo.

Baca Juga : PMI Gencar Semprot Desinfektan setelah Pegawai Pemkab Malang Meninggal akibat Covid-19

"Sebenarnya sudah ada kesepakatan bersama (antara petani jeruk dan desa,red). Tapi sepertinya sama-sama melaporkan ke Pengadilan Negeri (PN). Ya saya panggil Camatnya, lalu saya panggil Asisten Satu dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD). Mereka mengatakan memang mereka mau seperti itu," ungkap Wahyu kepada MalangTIMES di Pringgitan Pendapa Agung, Sabtu (23/1/2021).

Pada mediasi itu, Wahyu mengaku memunculkan sebuah kesepakatan bahwa nantinya lahan yang ditanami jeruk itu akan dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Setelah masa sewa selesai semua.

"Sudah disepakati tahun ini. Nantinya dikelola BUMDes, Itu diundang semua dalam mediasi. Di situ mereka sepakat. Pihak desa sepakat, pihak petani juga sepakat," paparnya.

Sekda yang juga sempat menjadi Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang ini juga mengatakan, bahwa jika lahan bisa dikelola BUMDes nantinya bisa diatur tentang sewa menyewanya dan pengelolaannya.

"Kesepakatan bersama belum tuntas. Tapi mereka sudah merasa ingin mencari keadilan sendiri-sendiri. Kita sekarang tidak bisa apa-apa," ujarnya.

Disinggung mengenai kabar belum adanya kesepakatan yang terjadi pada mediasi tersebut, Wahyu mengaku bahwa sudah ada banyak saksi yang melihat proses mediasi tersebut hingga ditemukan suatu kesepakatan.

'Kita banyak saksi ya, bahwa pada mediasi itu sudah menemui kata sepakat. Cuma sewanya ini saya yang belum tahu," ucap Wahyu.

Baca Juga : Pilkada Trenggalek Selesai, KPU Tetapkan Ipin-Syah sebagai Paslon Terpilih

Di sisi lain, Wahyu berharap, perseteruan yang terjadi itu berakhir dengan win-win solutions. Sehingga para petani dan Kepala Desa bisa menemukan jalan terbaik untuk mengembangkan lahan yang saat ini menjadi sengketa.

“Harusnya win-win solutions. Kita memahami kebutuhan petani, kita juga harus memahami kebutuhan Kepala Desa,” ujarnya.

Tapi, lanjut Wahyu, pada saat disewa harus diselesaikan lebih dulu. "Setelah selesai sewa baru diserahkan ke BUMDes. Nanti BUMDes silahkan dikelola. Petani memilih siapa dan Kepala Desa memilih siapa. Duduk di situ dan musyawarah dari masyarakat," tandasnya. 
 

 

Topik
sengketa petani dan pemdes Petani Jeruk Selorejo Pemdes Selorejo Sekda Kabupaten Malang Wahyu Hidayat berita Kabupaten Malang hari ini

Berita Lainnya