Exit tol Singosari Malang (foto dok MalangTIMES)
Exit tol Singosari Malang (foto dok MalangTIMES)

MALANGTIMES - Penerapan PPKM di Malang Raya sejak Senin (11/1/2021) lalu, membuat masyarakat di seluruh di wilayah Jawa Timur (Jatim) sadar bahwa ada pembatasan kegiatan. Hal tersebut berpengaruh kepada arus lalu lintas yang nampak lengang dari hari biasanya. Seperti contoh di wilayah Kabupaten Malang bagian utara atau selatan yang biasanya dipenuhi kendaraan bermotor pada hari aktif.

Kasat Lantas Polres Malang AKP Ady Nugroho mengungkapkan, bahwa sejak diberlakukan PPKM, angka kendaraan bermotor di wilayah Kabupaten Malang menurun hingga 75 persen.

Baca Juga : Angka Balap Liar Turun, Satlantas Polresta Malang Kota Tetap Lakukan Razia di Titik Rawan

Dari pengamatan Ady di lapangan, kebanyakan orang yang datang ke Malang memang untuk berlibur, karena di Malang Raya sendiri banyak sekali destinasi wisata yang menjadi jujukan para pelancong baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

"Lumayan berkurang, karena mereka datang ke Malang karena mau berlibur. Kalau misalnya mereka tahu di sini dibatasi ya ngapain juga datang ke Malang," kata Ady.

Meski begitu, Ady tetap pada substansi awal yakni ikut dalam menurunkan angka penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Malang. Oleh karena itu, pihaknya juga terus melakukan edukasi terhadap masyarakat, terutama mengenai protokol kesehatan (prokes) ketika berkendara di jalan.

"Artinya meski masyarakat sadar ada jam malam, sebagian orang harus kami beri edukasi. Maka dari itu tim operasi yustisi juga terus berjalan. Golnya ya penyebaran covid-19 menurun di Kabupaten Malang," pungkasnya.