Petugas Dishub Kota Malang saat melakukan pengecatan jalur sepeda (istimewa)
Petugas Dishub Kota Malang saat melakukan pengecatan jalur sepeda (istimewa)

Olahraga bersepeda saat ini menjadi trend diberbagai daerah, tak terkecuali di Kota Malang. Terlebih lagi, saat masa pandemi Covid-19, bersepeda nampaknya menjadi olahraga pilihan yang banyak dilakukan masyarakat. 

Untuk memfasilitasi para pesepeda, Pemkot Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang melakukan penambahan jalur sepeda.

Baca Juga : Wali Kota Kediri Serahkan Hadiah Mobil Lunas PBB

Kepala Dishub Kota Malang Handi Priyanto, membenarkan adanya penambahan jalur sepeda tersebut. Dikatakannya, jika terdapat beberapa ruas jalan yang dibuatkan jalur sepeda. Yang pertama di Jalan Simpang Ijen, Jalan Veteran, Jalan Ijen dan Jalan Simpang Balapan.

"Pengerjaannya sudah mulai Senin lalu, tapi karena beberapa hari terkendala hujan, jadi pembuatannya sempat terkendala," jelasnya, Sabtu (19/12/2020).

Penambahan jalur sepeda ini selain memfasilitasi para pesepeda, secara tidak langsung juga merupakan ajakan untuk berolahraga bersepeda guna hidup yang sehat. Sebelumnya, jalur sepeda di Kota Malang baru hanya satu, yakni di kawasan Alun-alun Merdeka.

"Sebelumnya di kawasan alun-alun memang sudah ada yang saya buat tahun 2016 lalu, tapi periode berikutnya tidak ada penambahan. Sekarang kita tambah, kan banyak orang yang bersepeda, kita fasilitasi, sekaligus kita tertibkan para pesepeda agar lebih aman bila berada pada jalurnya," ungkapnya.

Sementara itu, spesifikasi khusus untuk jalur bersepeda disesuaikan dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 59 Tahun 2020 tentang keselamatan pesepeda di jalan.

Dalam Permenhub tersebut, untuk jalan tanpa pembatas lalu lintas, lebar paling kecil lajur sepeda adalah 1,2 meter. 

Jika terdapat parkir kendaraan di badan jalan dengan menggunakan marka khusus parkir, lajur sepeda harus terletak diantara area parkir dan lajur kendaraan dengan lebar paling kecil lajur sepeda adalah 1,5 meter. Dan jika ada lajur khusus bus, lajur sepeda terletak diantara jalan kendaraan dan lajur khusus bus.

"Jalur pesepeda sendiri nantinya akan dicat khusus warna hijau. Ada gambar sepeda dan juga rambu yang menunjukkan jalur pesepeda," ungkapnya.

Dengan adanya jalur sepeda yang disediakan, pihaknya berharap masyarakat, khususnya pesepeda bisa tertib dalam bersepeda. Masyarakat diharapkan untuk bisa membedakan ketika bersepeda di lingkungan dengan di jalan raya, sehingga bisa benar-benar aman dalam bersepeda.

"Masyarakat harus tetap taat aturan ketika di jalan raya. Saya masih menemui beberapa pesepeda yang terkadang  melanggar rambu lalu lintas, menerobos traffic light. Makanya kami harapkan untuk bisa membedakan ketika bersepeda di lingkungan dengan di jalan raya," paparnya.

Selain ruas-ruas jalan tersebut, ke depan, ia mengatakan, akan menambah jalur pesepeda di ruas jalan lainnya. Direncanakan, di kawasan Kayutangan Heritage, nantinya juga akan dibuatkan jalur pesepeda pada satu lajur sampai dengan kawasan alun-alun.

Baca Juga : Kota Malang Tiadakan Pesta Kembang Api Malam Tahun Baru

"Tahun depan Jalan Besar Ijen, Jalan Kawi dan lanjut di Jalur Poros hingga Jalan A Yani, "ujarnya.

Dalam penambahan tersebut tidak mengacu pada lebar jalan. Sebab, telah disurvei di beberapa daerah lainnya, seperti halnya di Jogja dan juga Bandung, jika pada jalan yang lebarnya tak begitu luas, tetap terdapat jalur sepeda.

"Tetap ada. Di Jogja, Bandung, jalannya kecil tetap ada jalur sepeda. Jika dua lajur, satu lajur sepertiganya untuk jalur sepeda, kalau jalannya sempit, jalur pesepeda akan berbaur dengan motor, kalau jalannya luas baru terpisah," pungkas Handi.