Ilustrasi
Ilustrasi

Masyarakat Kabupaten Blitar diimbau untuk semakin disiplin menjalankan protokol kesehatan. Imbauan tersebut disampaikan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 setelah munculnya kluster hajatan di Kabupaten Blitar. Dari kluster hajatan ini delapan orang dinyatakan positif Covid-19 dan satu orang meninggal dunia. 

Juru bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Blitar Krisna Yekti, mengungkapkan, kluster hajatan ini baru  pertama kali muncul di Kabupaten Blitar. 

Baca Juga : Pemkot Surabaya Klaim Covid-19 Melandai, Faktanya di RS Ini Ada Kenaikan 400 Persen

 

"Kluster hajatan ini adalah yang pertama kali muncul di Kabupaten Blitar,” jelas Krisna, Rabu (25/11/2020).

Dikatakannya, munculnya kluster hajatan itu berawal dari seorang keluarga yang datang ke acara hajatan di Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon. Sepulang dari hajatan itu, yang bersangkutan dinyatakan positif Covid-19 dan kemudian meninggal dunia.

"Saat hajatan ada keluarga yang saat itu bertamu ke hajatan terpapar Covid-19. Kebetulan dia komorbid atau punya penyakit penyerta dan akhirnya meninggal dunia. Kami kemudian melakukan tracing dan swab. Hasilnya ada 8 orang dinyatakan positif Covid-19. Mereka hadir di acara hajatan pernikahan yang digelar awal November ini di Desa Tuliskriyo,” paparnya.    

Krisna melanjutkan, sejak jauh-jauh hari sebenarnya pihaknya sudah memprediksi munculnya kluster hajatan. Ketika hajatan diperbolehkan, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar mewajibkan penyelenggara untuk mematuhi protokol kesehatan dan tidak mengundang banyak tamu. 

Baca Juga : 3 Hari Ada 2 Nakes Meninggal akibat Covid-19, Dinkes Keluarkan SOP Baru

 

“Sebenarnya kita berharap hajatan itu tidak mengundang banyak tamu dan dilaksanakan secara sederhana karena masih pandemi. Tapi kenyataan yang ada di lapangan berbeda. Padahal ketika kita menerbitkan rekom, pasti di rekom itu disebutkan tidak boleh mengundang banyak orang,” tukasnya. 

Sekedar diketahui, hingga berita ini diturunkan jumlah kumulatif kasus Covid-19 di Kabupaten Blitar mencapai 1.055 kasus. Dari jumlah tersebut 911 dinyatakan sembuh dan 82 meninggal dunia.