Suasana simulasi sekolah tatap muka siswa SMP N 8 Malang di tengah pandemi Covid-19. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Suasana simulasi sekolah tatap muka siswa SMP N 8 Malang di tengah pandemi Covid-19. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

Ini bisa jadi kabar yang cukup menggemberikan bari para siswa-siswi sekolah. Sebab dalam waktu dekat, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bakal merealisasikan sistem belajar tatap muka kembali meski masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Langkah ini menyusul dikeluarkannya kebijakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Yakni, terkait sistem belajar tatap muka, pemerintah daerah diberi kewenangan membuka kembali sekolah di seluruh zona mulai Januari 2021 mendatang.

Baca Juga : Pajak Parkir Cukup Berpotensi, Bapenda Kota Malang Bakal Siapkan Sederet Skema

Kebijakan tersebut disambut baik oleh Wali Kota Malang Sutiaji. Pasalnya, sekolah-sekolah di wilayahnya telah melakukan persiapan belajar luring sejak jauh hari. Meski, memang realisasinya masih benar-benar dipertimbangkan dengan matang. Mengingat protokol kesehatan di masing-masing sekolah juga harus dijalankan dengan ketat.

"Kami menyambut baik. Itu sebetulnya kami pun sudah lama toh (terkait persiapan sekolah tatap muka). Pendekatan yang kami lakukan dulu ternyata sampai saat ini zona kuning, oranye, merah, merah, oranye, kuning (status kezonaan). Jadi saya kira masyarakat harus diajak belajar bersama-sama bahwa pandemi ini tidak tahu kapan selesainya. Karena itu kita harus punya keberanian (membuka sistem belajar tatap muka kembali)," ujarnya, Sabtu (21/11/2020).

Ia menjelaskan, jika sejak Juli 2020 lalu Kota Malang juga telah melakukan simulasi belajar tatap muka secara bertahap di beberapa sekolah. Karenanya, dengan adanya kebijakan tersebut dan sesuai SKB (Surat Keputusan Bersama) oleh kementerian, Kota Malang dinilai sudah sesuai ketentuan dan siap untuk menerapkan sekolah tatap muka kembali.

"Penekanannya nanti kepada kepala sekolah, orang tua juga sebelumnya diajak sosialisasi. Yang dipakai di SKB kementerian hampir sama dengan kita, separo kelas, tidak ada istirahat. Jadi anak-anak keluar masuknya juga dipantau. Artinya, Kota Malang siap dengan itu," imbuhnya.

Selanjutnya, menurut Sutiaji sosialisasi dan pendekatan terhadap wali murid akan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19 juga terus dilakukan. Sehingga, ketika ada yang melanggarnya juga akan diberikan punishment.

"Artinya bahwa, basic penegakan disiplin ini ada punishment. Nah nanti (pelanggar penerapan protokol kesehatan), punishment tidak hanya kepada sekolah ataupun orang tua saja, tapi juga kepada siswa. Pendekatan ini saya kira Kota Malang sudah pernah menginisiasi, dan meminta supaya tatap muka itu segera dimulai," jelasnya.

Baca Juga : Situs Petirtaan Sumberbeji Jombang Diekskavasi, Arkeolog Targetkan Penampakan Lantai

Lebih jauh, terkait pembukaan belajar tatap muka pihaknya menyebut tidak menutup kemungkinan akan segera dilakukan dalam waktu dekat. Sehingga, tidak sampai menunggu tahun ajaran baru.

"Tidak ya, tidak tunggu tahun ajaran baru. Kalau bisa secepatnya, di semester ini," tandasnya.

Sebagai informasi, kebijakan dari Mendikbud terkait sekolah tatap muka tersebut tidak diwajibkan. Artinya, para orang tua memiliki hak untuk memberikan izin diperboleh tidaknya anaknya mengikuti pembelajaran luring di tengah pandemi Covid-19.