Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg bersama dengan Ketua Komisi Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto (memakai batik). (Foto: Ima/MalangTIMES)
Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg bersama dengan Ketua Komisi Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto (memakai batik). (Foto: Ima/MalangTIMES)

Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto berkomitmen penuh untuk mendukung Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) menjadi kampus yang bereputasi internasional. Hal ini disampaikannya secara langsung kepada MalangTIMES belum lama ini.

"Komisi 8 siap. Saya meniatkan ini sebagai amal jariyah saya sebagai Ketua Komisi 8 untuk menjadikan UIN ini menjadi UIN yang mempunyai reputasi internasional," ucapnya dalam kunjungannya ke UIN Malang, Jumat (20/11/2020) kemarin.

Baca Juga : UIN Malang Yakin Menuju Perguruan Tinggi Bereputasi Internasional

Hari itu merupakan pertama kali kunjungannya ke kampus berlogo Ulul Albab ini. Ia mengaku terkejut ada kampus yang memiliki tampilan yang sangat layak dan warga kampus yang ramah-ramah.

"Kesan saya surprise. Memang UIN malang top dan layak untuk go internasional," ungkapnya.

Dikatakannya lebih lanjut, dirinya sebagai Ketua Komisi 8 punya komitmen berkolaborasi dengan semua civitas akademika UIN Malang untuk terus membangun UIN Malang supaya makin maju dan berhasil.

Ia pun meminta kepada Rektor beserta seluruh jajaran untuk mempertahankan prestasi yang ada sekarang. Di samping itu, menurut dia, perlu ada keberpihakan dari pemerintah kepada UIN Malang. Sarana dan prasarana kampus harus semakin ditunjang.

"Jadi dari sisi gedung, sarana prasarana kuliah penting termasuk tenaga pendidiknya, dari dosen perlu ditingkatkan mutunya," timpalnya.

Ia menambahkan, kampus yang bereputasi internasional juga perlu memiliki mahasiswa-mahasiswa asing dari berbagai negara. UIN Malang sejauh ini sudah memiliki mahasiswa dari puluhan negara.

Baca Juga : Sekjen Kemenag: UIN Malang Sudah Punya Modal Besar untuk Jadi Kampus Internasional

"Selain itu, lulusan dari sini mampu bekerja di luar negeri atau di perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia yang dari luar negeri," imbuhnya.

Dengan melihat berbagai keunggulan UIN Malang ini, Yandri merasa kampus ini sudah sangat layak untuk menjadi kampus bereputasi internasional.

"Sudah layak go internasional. Sangat layak. Dan dari sisi kesiapan mereka juga bagus. Tinggal sekarang sekali lagi keberpihakan pemerintah pusat atau DPR dari sisi anggaran, kemudian dari sisi komitmen untuk mendukung beberapa hal," ujarnya.

Apabila sudah ada dukungan dari pemerintah pusat maupun DPR, kata dia, maka akan semakin mudah saja UIN Malang untuk menjadi kampus internasional.