Kepala Bapenda Kota Malang, Ir Ade Herawanto MT (Dokumentasi MalangTIMES).
Kepala Bapenda Kota Malang, Ir Ade Herawanto MT (Dokumentasi MalangTIMES).

Parkir di Kota Malang terbilang cukup memiliki potensi yang sangat tinggi. Selain ditetapkan sebagai objek retribusi, parkir di Kota Malang juga dijadikan sebagai objek pajak. Terutama untuk parkir di luar badan jalan yang disediakan oleh pengusaha yang menyediakan parkir. Salah satunya seperti di kawasan pusat perbelanjaan.

Selama ini, capaian pajak parkir di Kota Malang terbilang positif. Pemerintah pun terus didorong melakukan berbagai inovasi untuk meraup potensi besar tersebut. Tentunya juga harus tetap memperhatikan aturan yang berlaku.

Baca Juga : Dikunjungi Menteri Koperasi dan UKM, Pemkab Malang Siap Bangkitkan Ekonomi Kerakyatan

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang, Ir. Ade Herawanto ST, MT mengatakan, beberapa skema telah dibicarakan dan disiapkan. Salah satunya adalah e-parkir yang kini juga terus dilakukan penanganan dalam proses pengkajian.

"Ada juga ide lain, salah satunya parkir berlangganan. Tapi kembali lagi, semua perlu kajian," katanya.

Pria yang akrab disapa Sam Ade D'Kross itu menjelaskan, khusus untuk skema parkir berlangganan menurutnya harus dikaji lebih mendetail. Terutama juga memperhatikan para pengendara yang bukan berasal dari Kota Malang.

Karena jika memang direalisasikan, tentunya harus ada perlakuan yang berbeda untuk parkir kendaraan plat Malang dan kendaraan di luar Malang. Sehingga akan keseimbangan antara kebutuhan parkir masyarakat dan perolehan yang didapatkan dari sektor pajak tersebut.

"Ini masih sebatas ide yang harus dilakukan kajian lebih mendalam. Harus dilihat juga mana yang lebih cocok dan bisa diterapkan di Kota Malang," terang Sam Ade.

Baca Juga : Eko Hariyono Resmi Gantikan Sugirah di Dewan Kabupaten Banyuwangi

Menurutnya, berbagai ide sangat mungkin dimunculkan oleh masyarakat. Dia pun berharap agar ada ide-ide baru yang bisa ditawarkan dan didiskusikan bersama pemerintah. Apabila memang ide yang ditawarkan bisa direalisasikan, pasti akan ditindaklanjuti.

"Jika idenya bagus pasti akan dikemas bagus pula oleh pemerintah, dan akan dibuatkan regulasi. Sepanjang usulan tersebut untuk kepentingan masyarakat dan negara," pungkas Ade.