Wali Kota Malang Sutiaji (baju hitam) didampingi Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (paling kanan) saat mengkampanyekan Gemarikan sebagai upatmya entaskan stunting. (Foto: Humas Pemkot Malang).
Wali Kota Malang Sutiaji (baju hitam) didampingi Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (paling kanan) saat mengkampanyekan Gemarikan sebagai upatmya entaskan stunting. (Foto: Humas Pemkot Malang).

Kampanye pencegahan stunting terus digalakkan di Kota Malang. Salah satunya, dengan terus mengajak masyarakat Gemar Makan Ikan (Gemarikan).

Persoalan stunting di Kota Malang saat ini tengah menjadi perhatian berbagai elemen. Apalagi, dari yang tercatat setidaknya masih ada 206 balita dari 57 kelurahan yang terindikasi mengalami stunting.

Baca Juga : Jelang Akhir Tahun, Bapenda Kota Malang Tingkatkan Kepatuhan WP

Meski, jumlah tersebut turun dari tahun lalu yang masih mencapai seribu lebih. Tetapi untuk menuju zero stunting maka keterlibatan semua pihak sangat dibutuhkan.

Pemenuhan gizi seimbang menjadi bagian yang paling penting sebagai pencegahan awal seorang anak terhindar dari stunting. Salah satunya dengan mengonsumsi ikan.

Kandungan yang terdapat dalam ikan mampu untuk memenuhi gizi seimbang dalam tubuh balita ataupun anak-anak.

Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan kampanye Gemarikan harus didukung oleh semua pihak. Baik oleh masyarakat umum termasuk para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkot Malang.

"OPD di lingkungan Pemkot Malang saya harap bisa menjadikan gerakan ini sebagai salah satu program kegiatan di tahun mendatang. Sehingga target kita untuk zero stunting akan tercapai," terangnya.

Senada, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko menambahkan di tahun-tahun berikutnya OPD bisa menyiapkan anggaran khusus untuk mengkampanyekan Gemarikan. Sehingga, masyarakat akan lebih banyak teredukasi dan menerapkan hal tersebut.

Baca Juga : Tingkatkan Kualitas Udara, DLH Pemkab Blitar Gencarkan Gerakan Tanam Pohon Peneduh

Sebagai informasi, saat ini minat masyarakat Kota Malang untuk makan ikan masih rendah yaitu 29 Kg perkapita pertahun. Angka ini jauh di bawah provinsi Jawa Timur yang mencapai angka 36 Kg perkapita pertahun dan tingkat nasional yang tercatat 51 Kg perkapita pertahun.

Dengan mengonsumsi ikan menjadi salah satu upaya agar asupan pemenuhan gizi seimbang bagi tubuh. Yang apabila rutin dilakukan, maka juga bisa sebagai upaya pencegahan terjadinya stunting pada anak, dan membuat anak lebih cerdas.

"Ini penting menjadi perhatian kita bersama karena dengan makan ikan maka tubuh sehat dan kuat, tak hanya untuk pencegahan stunting tapi anak-anak kita juga akan lebih cerdas," ungkapnya.