Petugas BPCB Jatim saat mengujur di area peripih Situs Pendem, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo.
Petugas BPCB Jatim saat mengujur di area peripih Situs Pendem, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo.

9 hari lamanya ekskavasi tahap empat situs Pendem di Dusun Pendem, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, telah dirampungkan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. Dalam ekskavasi itu menghasilkan penemuan koin dan peripih di area kawasan yang telah digali. 

Koin yang ditemukan itu adalah koin kuno. Koin yang ditemukan di sana itu berdiameter satu sentimeter yang terpatinasi, atau kondisinya telah tertutup karat dan lumut.

Baca Juga : Demo Pemkab, Kenaikan UMK Jombang Diharapkan Buruh pada Situasi Pandemi Ini

Kemudian tim BPCB Jatim menemukan peripih yang terdapat pada candi pada umumnya setelah melakukan penggalian pada sumuran. Peripih ini digunakan orang yang beribadat di candi untuk meletakkan sesajian bagi sang Dewa. 

Peripih yang ditemukan ini terbuat dari batu berbentuk persegi dengan lubang di tengah berdiameter 38 centimeter. Saat dibuka ditemukan ada serpihan logam berserakan. Tetapi belum bisa diketahui asal dari logam ini karena kondisinya sudah berkarat.

Di bagian lain peripih juga dtemukan sebuah batu besar berbentuk persegi. tim juga melakukan pembersihan batu dengan kotoran tanah.  “Untuk menemukan prasasti yang bisa digunakan sebagai petunjuk terkait Candi Pendem ini. Ketika batu besar ini dibalik tidak ditemukan adanya prasasti atau pun gambar sebagai penunjuk,” ucap Arkeolog BPCB Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho.

Pasa ekskavasi tahap IV ini tim telah melakukan pelebaran penggalian di sisi timur candi dengan luas 2 kali 8 meter. Lalu sisi utara 3 kali 12 meter. Dalam penggalian itu banyak ditemukan runtuhan batu bata kuno. Terutama di sisi sebelah utara yang runtuhannya hingga mencapai 3 meter.

Dengan demikian jika ditambah dengan ketinggian bangunan yang sudah ditemukan sehingga memiliki tinggi candi sebelum roboh yakni 2,5 meter.

Menurutnya pada sisi timur masih dibutuhkan penggalian lanjutan. Sebab posisi candi Pendem ini menghadap ke timur. Karena bangunan candi pada umumnya, di bagian depan biasanya memiliki tempat cukup luas sebagai persiapan melakukan peribadatan.

Baca Juga : Malam-Malam Penggali Batu di Hutan Keboireng Akhirnya Ditemukan, Begini Yang Terjadi

“Temuan ekskavasi kali ini semakin menguatkan dugaan sebelumnya yang memperkirakan bahwa struktur bata kuno yang berada di Situs Pendem ini merupakan sisa bangunan candi,” tambahnya. 

“Satu hal yang cukup menarik adalah Keberadaan candi di Situs Pendem ini tidak terdeteksi dalam catatan masa Hindia-Belanda tentang Tinggalan Purbakala di Indonesia, yaitu Rapporten Oudhe-inkudig Commisie op Java en Madoera (ROC) pada awal 1900 dan di dalam Oudheidkundg Verslag (OV) pada 1920. Kedua sumber laporan itu hanya memuat keberadaan yoni dan nandi di Pendem, tapi tidak menyebut adanya candi,” ucap Wicaksono.

Diperkirakan bangunan candi di Situs Pendem diduga kuat merupakan bangunan candi yang disebut dalam Prasasti Sangguran yang menurut catatan Verbeek pada tahun 1836 ditemukan di Ngandat, Mojorejo. 

Selain itu hasil dari ekskavasi seluruhnya telah ditemukan beberapa pecahan tembikar dari beberapa wadah berhias, seperti bejana, tempayan, dan vas. Kemudian juga pecahan mulut botol kaca, yang diduga berasal dari masa kolonial.