Pelatihan mengolah produk kopi oleh mahasiswa Unikama Prodi Akutansi terhadap kaum disabilitas(Unikama for MalangTIMES)
Pelatihan mengolah produk kopi oleh mahasiswa Unikama Prodi Akutansi terhadap kaum disabilitas(Unikama for MalangTIMES)

Meski masih dalam masa pandemi Covid-19, tak menyurutkan semangat mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) Program Studi (Prodi) Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) untuk melakukan pengabdian terhadap masyarakat, sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dalam pengabdian kepada masyarakat yang mereka lakukan, menyasar para kaum disabilitas yang tergabung dalam Omah Difabel di bawah naungan organisasi Lingkar Sosial (Linksos) yang berada di Desa Bedali, Kabupaten Malang. Mereka diberikan pelatihan tentang olahan produk kopi yang dipadukan dengan bahan herbal.

Baca Juga : Rais 'Aam PBNU Yakini UIN Malang Mampu Cetak Generasi "Pinter, Bener, Tak Keblinger"

Ketua Tim Program Holistik Bina Desa (PHBD) Shodiq Auludin Rafiqu Hidayah, menjelaskan, jika program pengabdian masyarakat ini didanai dari anggaran tim Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) untuk spesifik pelatihan dan program pelatihan fase final.

Dalam kegiatan pelatihan ini, tidak hanya tentang mengolah kopi seperti pada umumnya. Tapi di sini juga diberikan materi bagaimana mengolah kopi menjadi makanan ringan. Sehingga dengan pelatihan ini, masyarakat khususnya mereka peserta yang mengikuti pelatihan, bisa menciptakan produk baru yang berbeda seperti sajian kopi pada umumnya.

“Nanti ada pelatihan lagi tentang pengolahan makanan ringan yang juga berasal dari kopi. Jadi nggak hanya kopi bubuk saja,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, dalam pelatihan para peserta juga diberikan materi bagaimana mengemas sebuah produk kopi dengan menarik hingga siap jual. Termasuk pelatihan dan penjelasan mengenai legalitas usaha produk. 

Selain itu, dukungan pembinaan terkait pemasaran pun juga turut dilakukan sehingga dalam pengabdian terhadap masyarakat ini benar-benar memberikan dampak dan manfaat positif.

"Tujuan dari pelaksanaan pelatihan ini adalah peserta mampu mengemas kopi koerja dengan baik dan benar. Mampu memahami aspek-aspek legalisasi usaha serta dapat andil membantu terwujudnya legalisasi Usaha Kopi Koerja sebagai salah satu merek legal," jelasnya.

Sementara itu, Mochamad Fariz Irianto, SE., ME., selaku Dosen Pembimbing menambahkan, jika program ini dilakukan oleh mahasiswa sebagai wujud kepedulian terhadap kemandirian dan keberdayaan masyarakat disabilitas di Desa Bedali. Sebab, desa ini juga merupakan salah satu desa yang mendapatkan label sebagai “Desa Inklusi” di wilayah Malang Raya.

Baca Juga : Pemkab Beri Lampu Hijau Sekolah yang Siap KBM Tatap Muka, Kadisdik: Banyak yang Tidak Siap

“Setelah kami berikan pelatihan dan pemberdayaan ini, harapannya ke depan masyarakat sasaran sudah bisa mandiri menjalankan usaha produksi olahan kopi herbal kopi koerja. Sehingga mampu menyokong atau meningkatkan kesejahteraan dan perokonomian masyarakat sasaran serta menjadikan Organisasi lingkar sosial lebih dikenal oleh masyarakat luas,” pungkasnya.