Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar (kiri)
 dan Rektor UIN Malang  Prof Dr Abdul Haris MAg. (Foto: Humas)
Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar (kiri) dan Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg. (Foto: Humas)

"Pendidikan itu yang penting bisa melahirkan manusia-manusia yang bener sekaligus pinter. Kalau yang pinter saja, sudah banyak dan itu kita semua sudah tahu."

Itulah salah satu kalimat yang terlontar dari KH Miftachul Akhyar, rais  aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), saat berkunjung ke Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim  (UIN Maliki) Malang belum lama ini.

Baca Juga : BEM dan DPM Unisba Blitar Gelar Kongres Mahasiswa, Ini Pesan dan Harapan Rektor

Kedatangan Kiai Miftah, sapaan akrabnya, disambut ramah oleh Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg beserta para wakilnya. Dalam acara silaturahmi yang dibalut dengan nuansa kekeluargaan itu, kiai kelahiran Surabaya tahun 1953 tersebut mengungkapkan sebagian keluh kesahnya atas kondisi pendidikan yang ada di negeri ini sekarang.

Kiai Miftah menyatakan, perhatian kepada pendidikan bagi NU merupakan sebuah amanah besar di samping persoalan ekonomi yang belum teratasi di Indonesia. "Alhamdulillah kalau permasalahan kesehatan sudah mulai muncul perubahan," imbuhnya.

Pengganti KH Ma'ruf Amin ini mengungkapkan, sudah lama UIN Malang dikenal sebagai perintis pendidikan tinggi Islam dengan model pengelolaannya dipadu ala pesantren. Kiai Miftah menambahkan, sekarang ini sebenarnya tidak perlu lagi menambah orang-orang pintar saja jika mereka tidak benar. "Orang yang pinter tapi tidak bener nantinya jadi keblinger!" ucapnya.

Maka kiai jebolan beberapa pesantren ternama di tanah Jawa ini menyatakan, kelak pendidikan di pondok pesantren dan kampus-kampus berbasis pesantrenlah yang mampu melahirkan produk yang dibutuhkan tersebut. Misalnya UIN Malang. "Lha, UIN Maliki ini termasuk di dalamnya karena telah menerapkan sistem pendidikan pesantren," ucapnya.

Kiai Miftah pun berharap UIN Maliki bisa terus maju dan berkembang seiring perubahan zaman. "Semoga kampus ini mampu menaikkan grafiknya. Maqom-nya terus menanjak hingga membanggakan kita semua dan para muaziz hingga nanti melahirkan manusia yang benar sekaligus pintar," pungkasnya.

Baca Juga : Pojok Literasi Arkeologi, Upaya Trengga;ek agar Siswa Cinta Cagar Budaya

Hadir saat acara, para wakil rektor, pimpinan pascasarjana, para dekan, para kabiro, ketua unit-unit universitas, dan pejabat lain yang terkait di UIN Malang.