Robot E-Flash mahasiswa ITN Malang yang meraih best design di ajang Jember Line Tracer X 2020 (JLT X). (Foto: istimewa)
Robot E-Flash mahasiswa ITN Malang yang meraih best design di ajang Jember Line Tracer X 2020 (JLT X). (Foto: istimewa)

Dengan memukau, robot kecil milik mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang bergerak mengikuti garis yang telah dibuat, meluncur secara Online dari sirkuit kampus 2 ITN Malang. Robot itu adalah robot penjejak garis atau biasa disebut Robot Line Follower.

Karena tampilannya, robot besutan Basuki Rachemat Wahyudi (ketua tim) dan Ahmad Iqbal Zajuli (anggota) bernama E-Flash ini meraih Best Design di ajang Jember Line Tracer X 2020 (JLT X). Diselenggarakan secara Online oleh Himpunan Mahasiswa Elektro Universitas Negeri Jember, Kontes Robot Line Follower Tingkat Nasional ini diikuti total 32 tim dari seluruh Indonesia belum lama ini.

Baca Juga : BEM dan DPM Unisba Blitar Gelar Kongres Mahasiswa, Ini Pesan dan Harapan Rektor

 

Total ada 3 tim robot Kampus Biru yang lolos JLT X. Selain E-Flash, ada E-Dush dan E-Srikandi yang beranggotakan para mahasiswi. "Untuk perlombaan Race E-Flash hanya sampai 16 besar. Tapi, dengan lolos 16 besar akhirnya kami berhasil mendapat kategori best design," kata Basuki, saat dihubungi lewat sambungan WhatsApp, Selasa (10/11/2020).

Sebagaimana ketentuan juri, untuk mendapatkan kategori Best Design maka robot harus lolos 16 besar. Sedangkan parameter yang dinilai dalam best design antara lain kerapian, inovasi dan kreativitas, orisinalitas, serta kesesuaian dengan tema. "Design robot kami terlihat fleksibel untuk mengikuti jalur lintasan, serta aksesorisnya menarik. Mungkin itu yang dilihat oleh juri," kata mahasiswa Teknik Elektro semester 5 ini.

Dikatakan Basuki, untuk pertandingannya sendiri memakai sistem Battle. Sesi penyisihan dua kali pertandingan untuk mencapai 16 besar. Kemudian fase Knock Out meloloskan delapan pemenang dan dikerucutkan menjadi empat pemenang yang akan menuju final.

"Kami diberi waktu empat menit untuk menyelesaikan lintasan. Sayangnya ketika latihan sebelum lomba robot sempat mengalami kerusakan (short sircuit dan motor penggerak rusak). Dan ketika perlombaan robot sempat keluar lintasan (line follower) dan akhirnya retry 1 kali," tutur Basuki.

Ke depannya, tim yang tergabung dalam Komunitas Robotika ITN Malang ini akan lebih mempersiapkan diri dalam mengikuti berbagai kontes.

Baca Juga : Komisi II DPRD Kabupaten Tanah Laut Kalsel Berburu Inovasi Disdikbud Kota Malang

 

"Setting robot atau kalibrasi perlu lebih dibenahi, karena masih ada kendala error yang mengakibatkan Retry. Kami juga akan mempersiapkan Spare Part cadangan apabila ada kerusakan pada robot. Semoga tahun-tahun selanjutnya bisa lebih baik," pungkas mahasiswa asal Pasuruan ini.

Untuk diketahui, Robot Line Follower mendeteksi garis dengan menggunakan sensor infrared yang terpasang padanya. Dalam industri, robot ini dimanfaatkan untuk mengangkut barang dalam jumlah kecil maupun besar dalam satu jalur yang tidak memiliki percabangan.