Siswa MAN 2 Kota Malang, Emilda Puteri Aulia mendapatkan penghargaan Rp100 juta pada kompetisi Ruangguru Champion 2020 Sesion II. (Foto: Kemenag)
Siswa MAN 2 Kota Malang, Emilda Puteri Aulia mendapatkan penghargaan Rp100 juta pada kompetisi Ruangguru Champion 2020 Sesion II. (Foto: Kemenag)

Pepatah mengatakan, membaca buku bagaikan membuka jendela dunia. Namun, bagi Siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang Emilda Puteri Aulia, membaca buku dapat membuka pintu rezekinya.

Tak tanggung-tanggung, dari hobi membacanya, remaja kelas XI MIPA 8 tersebut mendapatkan uang sebesar Rp 100 juta. Rezeki itu ia dapatkan dari prestasi tingkat nasionalnya, menjadi yang terbaik pada kompetisi Ruangguru Champion 2020 Sesion II.

Baca Juga : Rasa Nikmat Rektor UIN Malang Prof Haris Temukan Kebenaran dalam Alquran

"Alhamdulillah, Emilda menjadi juara kompetisi yang digelar Ruangguru Champion 2020," ujar Kepala MAN 2 Kota Malang, Binti Maqsudah di Malang, Sabtu (07/11/2020).

"Atas prestasi itu, Emilda mendapat hadiah uang Rp 100 juta dan piala bergilir," sambungnya.

Kompetisi dibagi tiga babak. Pertama, Online Edition (Preliminary Round) yang melibatkan seluruh sekolah/madrasah peserta di Indonesia dengan sistem daring. Kedua, Regional Round yang dilaksanakan dengan sistem gugur untuk menyaring peserta yang akan lolos ke babak selanjutnya, yaitu National Round.

Kegemaran Emilda membaca, kata Binti, menjadi faktor pendukung utama keberhasilannya menjuarai Ruangguru Champion 2020. Dalam kompetisi ini, bidang Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan Pengetahuan Umum adalah materi yang harus dikuasai. Grand Final Ruangguru Champion berlangsung di Jakarta, 26-28 Oktober 2020.

"Ketahanan Emilda dalam membaca dan menguasai materi yang dilombakan secara keseluruhan saat Grand Final menjadi bukti bahwa membaca adalah jalan membuka cakrawala berpikir yang tepat," paparnya.

Binti menambahkan, perjuangan Emilda tidak mudah. Dia harus mengikuti pembinaan dan pendampingan lomba dari para guru secara daring, bahkan sebagian besar dilaksanakan malam hari. Sebab, dari pagi hingga siang, para guru masih harus melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). 

Baca Juga : Sikap SMA-SMK di Kota Malang Antisipasi Pelajar Ikut Demo UU Cipta Kerja

"Di sinilah ketangguhannya diuji. Ia tak pernah mengeluh sedikit pun manakala harus belajar hingga tengah malam demi mempersiapkan diri menghadapi kompetisi ini," tuturnya.

Terpisah, Emilda menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas capaiannya. Menurutnya, prestasi ini diraih berkat bimbingan, doa, serta dukungan dari semua pihak. Tidak terkecuali orang tua, kepala madrasah, guru, serta pembina dan teman-temannya sekolah. Ia pun tidak berpuas diri sampai di sini dan akan terus mengembangkan dirinya.

"Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih. Saya berharap perolehan ini bisa menjadikan saya sebagai pribadi yang lebih baik lagi dan tidak puas sampai di sini, karena perjalanan belum berakhir," pungkasnya.