Presiden Jokowi. (Foto: Ima/MalangTIMES)
Presiden Jokowi. (Foto: Ima/MalangTIMES)

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berpandangan bahwa pandemi harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperbaiki ekosistem pendidikan nasional. Salah satunya yakni ekosistem perguruan tinggi.

Dalam sambutannya pada saat pembukaan peluncuran Merdeka Belajar Episode 6: "Transformasi Dana Pemerintah untuk Perguruan Tinggi", Selasa (3/11/2020), Jokowi meminta perguruan tinggi tak terjebak pada rutinitas dan membuka diri terhadap paradigma baru. "Jangan terjebak pada rutinitas perguruan tinggi, harus punya waktu, harus punya energi, dan harus punya keberanian untuk melakukan perubahan," tegasnya.

Baca Juga : UIN Malang Kembali Adakan Konferensi Internasional Daring ICONETOS 2020

Presiden meminta perguruan tinggi untuk terus-menerus mengembangkan inovasi dengan memanfaatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Mau tidak mau, kata dia, perguruan tinggi harus siap menjalani standar normalitas baru. Untuk itu, perguruan tinggi harus lebih dinamis. Yang dibutuhkan saat ini, perlunya perguruan tinggi membuka diri terhadap paradigma-paradigma baru, terhadap cara-cara yang lebih responsif, dari mono menjadi multi, dari mono menjadi inter, bahkan transdisipliner. Serta dari yang berorientasi teori building menjadi problem solving, bahkan impact making.

 Ia juga meminta perguruan tinggi untuk membangun iklim kompetitif untuk meningkatkan daya saing. "Perguruan tinggi perlu merelaksasi kurikulum dari yang kaku menjadi fleksibel," imbuhnya.

Presiden ketujuh  ini juga menyatakan, dosen yang baik adalah dosen yang memfasilitasi mahasiswa belajar kepada siapa saja melalui media apa saja dan dilakukan kapan saja.

Sementara perguruan tinggi yang baik adalah perguruan tinggi yang membangun ekosistem merdeka belajar dan memanfaatkan materi dan media belajar yang terbuka luas. "Standar normalitas baru tersebut harus dirumuskan dalam berbagai kebijakan," tegasnya.

Baca Juga : Perpustakaan Pusat UIN Malang Jalani Proses Reakreditasi secara Daring

Berbagai kebijakan itu mulai dari kebijakan tentang key lerformance indicator (KPI) dosen, kebijakan tentang program prioritas perguruan tinggi, kebijakan tentang alokasi anggarannya, kebijakan infrastrukturnya, termasuk berbagai SOP baru yang harus dirumuskan. Demikian pula halnya di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. "Berbagai standar normalitas baru itu harus dirumuskan," sambungnya.

Saat ini, lanjut Jokowi, berbagai riset dan pengembangan teknologi di bidang digital seharusnya juga memprioritaskan teknologi digital, big data analytics, dan artificial intelligence agar bisa dimanfaatkan untuk berbagai bidang.

Jokowi juga meminta perguruan tinggi harus berlomba-lomba agar inovasi digital bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa. "Bisa dimanfaatkan untuk pengembangan kemandirian pangan, untuk kemandirian energi, dan pengembangan kewirausahaan UMKM di berbagai sektor," ucapnya.