Salah satu peternak saat memberikan pakan kepada sapinya di Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Salah satu peternak saat memberikan pakan kepada sapinya di Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Kualitas susu perah di Kota Batu, khususnya di kawasan wisata edukasi susu dan perah di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, tidak perlu diragukan lagi. Bagaimaan tidak. Hasil susu sapi perah di sana sudah menjadi langganan beberapa daerah tetangga, tidak terkecuali hingga luar pulau.

Ternyata sudah lima tahun lamanya susu sapi perah dari Dusun Brau melanglang buana hingga Denpasar, Bali. Ya para peternak yang tergabung dalam Koperasi Margo Makmur Mandiri bekerja sama dengan  PT Gioia Cheese Indonesia (GCI) di Denpasar Bali.

Baca Juga : Dipanen Sebelum Waktunya Karena Hujan, Petani Tembakau Tulungagung Merugi

Hasil susu warga Brau telah sejak lima tahun lalu diolah menjadi produk unggulan di Bali. Mulai berupa keju hingga mozarella.

“Susu sapi perah yang kami kirim itu untuk diolah menjadi produk unggulan berupa keju hingga mozarella. Susu sapi perah dari Dusun Brau ini memiliki kualitas bagus atau grade A,” kata Ketua Koperasi Margo Makmur Mandiri Desa Gunungsari Muhammad Munir.

Setiap satu minggu sekali, mereka harus mengirimkan susu segar sebanyak 10 ribu liter ke Denpasar.  Hanya, selama pandemi ini, ada penurunan mencapai 50 persen atau 5 ribu liter saja per minggu.

“Jumlah yang dibutuhkan itu hasil dari seratus anggota yang masuk dalam koperasi. Para peternak itu kurang lebih seluruhnya 600 ekor sapi,” imbuh Munir.

Selain mengirim ke  PT Goia Cheese Indonesia, susu dari Dusun Brau juga dikirim ke pabrik susu Indolakto. Untuk Indolakto, setiap hari mengirim sejumlah 5 ribu liter. Harga susu dari petani Rp 6.200 per liter.

Baca Juga : Minapadi Metode Baru Petani di Kediri Agar Hasil Panen Lebih Menguntungkan

Seperti diketahui, Dusun Brau baru saja di-launching sebagai dusun wisata edukasi susu dan sapi.perah. pengunjung akan disuguhi edukasi pembuatan susu hingga memerah susu.