Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso saat menyalurkan bantuan beras di Kelurahan Sisir beberapa saat lalu. (Foto: istimewa)
Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso saat menyalurkan bantuan beras di Kelurahan Sisir beberapa saat lalu. (Foto: istimewa)

Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus berupaya menurunkan angka kematian. Total saat ini ada 2.501 kepala keluarga (KK) yang masih belum mentas atau lepas dari kategori prasejahtera. 

Meski demikian, hingga Oktober 2020 ada penurunan angka kemiskinan di kota wisata ini. Setidaknya ada 599 KK yang tak lagi masuk dalam kategori prasejahtera. 

Baca Juga : Sarasehan di Gereja, Walikota Kediri Sampaikan Pentingnya Menjaga Keberagaman

Angka tersebut berasal dari data penerima program pemberian beras miskin sejak tahun 2017 silam. Di awal program, tercatat ada 3.100 KK penerima manfaat. Kini jumlahnya berkurang menjadi 2.501 KK. Artinya, ada penurunan sebesar 19,32 persen atau 599 KK.

Dalam program itu, Pemkot Batu melalui Dinas Ketahanan Pangan memberikan raskin (beras untuk warga miskin) khusus untuk masyarakat miskin yang tidak ter-cover  Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Batu, Wiwik Nuryati mengatakan, semula tiap KK penerima manfaat mendapatkan beras 5 kilogram. Namun, saat ini bertambah menjadi 10 kilogram setiap bulannya. 

“Itu sekaligus sebagai pengganti bantuan raskin yang diberikan pemerintah pusat,” ucapnya.

Program tersebut awalnya untuk menjamin aksesibilitas ketersediaan pangan skala rumah tangga miskin. Namun seiring dengan berjalannya waktu, mereka yang terdaftar mentas dari kategori prasejahtera.

Baca Juga : Fungsi Irigasi Belum Optimal, Anggaran Rp 3,5 Miliar Minim Serapan

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menambahkan, angka kemiskinan terus berkurang dari tahun-tahun sebelumnya. “Hal ini salah satu upaya Pemkot Batu memberikan pendampingan. Mulai dari adanya menyediakan lapangan pekerjaan dan program bantuan kepada warga miskin,” ungkap dia.

Hadirnya tempat wisata juga dinilai berimbas terhadap  kreativitas masyarakat untuk membuka lapangan pekerjaan. Kegiatan usaha juga berkembang. Saat ini juga banyak muncul kegiatan usaha baru.

Tidak hanya itu. Dengan memanfaatkan alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD), pemkot juga berupaya mengurangi angka kemiskinan di 19 desa di Kota Batu.