Suasana pelantikan enam pejabat eselon II Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (25/9/2020). (Foto: kominfo.jatimprov.go.id)
Suasana pelantikan enam pejabat eselon II Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (25/9/2020). (Foto: kominfo.jatimprov.go.id)

Mulai hari ini Sabtu (26/9/2020) hingga tanggal 5 Desember 2020, pucuk pimpinan pemerintahan di Kabupaten Malang dikomandoi Sjaichul Ghulam. 

Pasalnya, Bupati Malang HM Sanusi telah resmi memasuki masa cuti untuk kebutuhan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020.

Baca Juga : Lantik Pjs Wali Kota Blitar, Ini Pesan Gubernur Khofifah

 

Posisi Sanusi telah resmi digantikan untuk sementara oleh Kepala Bakorwil Malang, Sjaichul Ghulam yang telah dilantik oleh Gubernur Jawa Timur  Khofifah Indar Parawansa sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Malang.

Penetapan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI nomor: 131.35-3024 tahun 2020 tertanggal 24 September 2020.

Momentum pelantikan Pjs Bupati Malang tersebut dilakukan pada hari Jumat (25/9/2020) malam, di Ruang Barat, Gedung Negara Grahadi, Surabaya bersama lima Pjs lainnya yang dilakukan secara virtual.

Penayangan virtual dilakukan juga di Pendopo Agung Peringgitan Kabupaten Malang yang terletak di Jalan KH. Agus Salim, Kota Malang dengan dihadiri Sanusi beserta seluruh Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Kabupaten Malang.

Melalui Keputusuan Mendagri tersebut, Khofifah dalam sambutannya yang disiarkan secara virtual mengatakan untuk para Pjs yang dilantik agar segera melakukan koordinasi dengan jajaran Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) setempat.

"Harus segera sinergis dengan seluruh jajaran, terutama Forkopimda. Termasuk untuk pengamanan Pilkada Serentak dan penanganan pandemi Covid-19," katanya dalam sambutan usai melantik enam pejabat eselon II sebagai Pjs di enam daerah, Jumat (25/9/2020) malam.

Khofifah -sapaan akrabnya- tak bosan untuk selalu mengingatkan kepada para pejabat yang dilantik sebagai Pjs di enam daerah tersebut terkait penerapan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

"Saya minta agar enam Pjs bupati dan wali kota ini bisa membantu memfasilitasi pelaksanaan Pilkada Serentak. Namun juga tetap menjaga protokol kesehatan Covid-19 karena masih dalam suasana pandemi," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga mengimbau dan menegaskan kepada keenam pejabat tersebut, bahwa posisinya sebagai Pjs tidak untuk mengambil kebijakan strategis, melainkan untuk mengisi kekosongan kursi kekuasaan bupati ataupun wali kota.

"Tugas Pj bupati dan wali kota tidak untuk mengambil kebijakan strategis. Namun untuk mengisi kekosongan kekuasaan karena kepala daerahnya mencalonkan diri sebagai petahana," ungkapnya.

Lebih lanjut, ternyata posisi Pjs Bupati Malang yang diserahkan kepada Kepala Bakorwil Malang telah diprediksi sebelumnya oleh Sanusi.

Baca Juga : Resmi, KPU Tetapkan Nomor Urut Dua Paslon Pilbup Sumenep

 

"Biasanya begitu (Kepala Bakorwil Malang menjadi Pjs, red). Pertimbangannya gubernur yang mempertimbangkannya. Dulu di kota bakorwil, dulu Kabupaten Malang ketika Pak Rendra juga (kepala) Bakorwil. Ya siapapun orangnya terserah dari provinsi," jelasnya.

Sementara itu, harapan Khofifah terkait penanganan pandemi Covid-19 yang tengah mewabah di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Malang ternyata juga selaras dengan apa yang diharapkan oleh Sanusi.

"Penanganan Covid saya berharap nanti Pjs tetap komit, Covid supaya nggak berkembang. Karena kalau dilihat trend nya di Malang Raya, insya allah (Kabupaten Malang, red) terendah untuk perkembangannya, untuk kesembuhannya tertinggi (87 persen, red)," harapnya.

Selain itu, Sanusi juga berharap kepada Pjs Bupati Malang agar melanjutkan dan menuntaskan tugas-tugas sesuai dengan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yang didapatkan.

"Siapapun Pj nya yang jelas nanti akan melanjutkan tugas-tugas sesuai dengan APBD yang kita dapatkan. Nanti program-program yang belum terlaksana di kantor saya, supaya Pjs nanti menyelesaikan," jelasnya.

Sebagai informasi bahwa pada hari Jumat (25/9/2020) malam, Khofifah telah melantik enam pejabat eselon II Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) sebagai Pjs di enam daerah.

Di antaranya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jatim, Himawan Estu Bagijo sebagai Pjs Bupati Mojokerto dengan nomor: 131.35-2900 tahun 2020. Selanjutnya ada Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jatim, Benny Sampirwanto sebagai Pjs Bupati Trenggalek dengan nomor: 131.35-2892 tahun 2020.

Lalu ada Kepala Bakorwil Malang, Sjaichul Ghulam sebagai Pjs Bupati Malang dengan nomor: 131.35-3024 tahun 2020. Kemudian ada Kepala Satpol PP Jatim, Budi Santoso sebagai Pjs Bupati Blitar dengan nomor: 131.35-3022 tahun 2020.

Terakhir ada dua nama Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Jatim, Jumadi sebagai Pjs Wali Kota Blitar dengan nomor: 131.35-2890 tahun 2020. Selanjutnya ada Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Setdaprov Jatim, Ardo Sahak sebagai Pjs Wali Kota Pasuruan dengan nomor: 131.35-2895 tahun 2020.