Pelaku kejahatan seksual lewat medosi Angga Saputra, Dedy Susanto, Gregorius Armando dan Gilang Bungkus (Foto: IST)
Pelaku kejahatan seksual lewat medosi Angga Saputra, Dedy Susanto, Gregorius Armando dan Gilang Bungkus (Foto: IST)

Kejahatan seksual bisa terjadi di mana pun dan kapan pun. Tak hanya melalui fisik secara langsung. Kejahatan seksual juga bisa terjadi melalui media sosial.

Dan, media sosial pun dihebohkan dengan adanya fenomena pelaku kejahatan seksual oleh para pria berkacamata.

Baca Juga : Pembuat Meme Bupati Malang jadi Tersangka, Warganet Justru Ramai-Ramai Serang Balik Sanusi

Setidaknya terdapat 11 -dari 13- pria berkacamata yang melakukan aksi bejatnya dengan berbagai modus. Bahkan, tiga diantaranya merupakan YouTuber yang cukup dikenal di tanah air. Seperti yang dibahas dalam kasus pelecehan seksual sebelumnya, ketiga YouTuber tersebut yakni Nicholas Chen, Billy Joe Ava, dan Turah Parthayana.

Kali ini, akan dibahas kasus pelecehan seksual oleh empat pria berkacamata yang dilakukan melalui media sosial. Pertama oleh Lanyard BI alias Angga Saputra.

Kasus kejahatan seksual oleh Angga Saputra ini terjadi pada 2017 lalu. Namun kasus ini kembali heboh setelah kembali dikupas oleh akun Twitter @vidaysoikromo pada Februari 2020.

Kala itu Angga Saputra mengaku sebagai karyawan Bank Indonesia (BI). Tetapi, diketahui dia bukan karyawan BI. Angga ternyata merupakan visitor yang bekerja di sebuah perusahaan swasta.

Diketahui, Angga ternyata merupakan seorang mualaf pada tahun 2017. Maka dari itu, ia mencari calon istri yang berhijab. Ia pun mencari jodoh melalui media sosial BiroJomblo.

Anda yang mengikuti BiroJomblo tahun 2017 mungkin tak asing dengan sosok Angga ini. "Halo guys. Jadi, kalian masih ada yg mengingat wajah orang ini? Yg sempat viral karena lanyard BI dan pertemuan jodohnya di #BiroJomblo pada tahun 2017?" tulis pemilik akun @vidaysoikromo saat itu.

Kala itu Angga mendapatkan pasangan yang dikenal dengan nama Layla.

Setelah berhasil mendapatkan pasangan di BiroJomblo, ia pun melakukan modus dengan mengajak Layla bertunangan dan mengiming-imingi menikah hanya demi tidur bersama. Setelah aksinya berhasil, kekasihnya ditinggal.

"Modus lanyard BI yakni mencari mangsa di #BiroJomblo dengan mengajak tunangan dan mengiming-imingi menikahi hanya demi "bobo bareng" lalu akhirnya diputusin," tulis akun itu lagi.

Ternyata Angga tak hanya mendekati Layla untuk memuaskan nafsu bejatnya itu. Terungkap akhirnya ia diketahui telah mendekati beberapa wanita dengan modus yang sama.

Angga juga sempat berpacaran dengan wanita bernama Rafani selama dua tahun.

Bahkan keduanya sampai bertunangan, namun akhirnya putus karena Angga mengaku berselingkuh dengan wanita lain, yakni Menes.

Modus yang sama kembali terulang dengan Angga mengajak Menes bertunangan dan sudah membicarakan pernikahan. Ternyata putus lagi.

Modus tidur bareng, ajak nikah, tidur bareng itulah yang dilakukan Angga berulang-ulang kepada banyak wanita.

Selain Angga, nama Dedy Susanto mungkin sudah tak asing lagi bagi pengguna aktif Instagram. Dedy Susanto sebelumnya dikenal sebagai seorang psikolog yang kerap membagikan materi tentang psikologi di media sosial, bahkan sering mengisi acara seminar psikologi.

Kasus pelecehannya terungkap setelah selebgram Revina VT membeberkan isi chat-nya bersama Dedy.

Pelecehan seksual yang dilakukan Dedy ini berkedok akan melakukan terapi yang diduga mengajak pasiennya ngamar di hotel.

Awalnya, Revina mendapat ajakan dari Dedy untuk kaloborasi membuat konten.

Namun, tiba-tiba Revina mendapatkan infomrasi mengejutkan perihal izin praktik Dedy.

Revina lalu mencoba mencari tahu dan mengungkap fakta bahwa Dedy kerap mengajak pasiennya untuk melakukan terapi di kamar hotel.

Revina pun memberikan beberapa bukti chat korban yang telah dilecehkan oleh Dedy.

Baca Juga : Terkait Meme Bupati Sanusi Berujung Laporan Polisi, Berikut Kata Pakar Bahasa UB

Revina mengatakan Dedy bukan melakukan terapi, namun justru melakukan tindakan asusila.

"Hallo kak revina, aku liat ada postingan kk tentang Dedy yang ngajak kamar, aku salah satu korban juga. dari ratusan peserta aku yang disuruh terapi di kamar dan pas males ia ngajakin berhubungan badan," aku salah satu korban Dedy.

Pelaku lain yang memanfaatkan media sosial adalah Gregorius Armando. Sosok Gregorius Armando dikenal selalu tampil high profile di media sosial. Kumis dan janggut yang ia miliki membuat wajah Armando terlihat berwibawa.

Sayangnya, di balik itu semua, Armando justru merupakan salah satu pelaku kejahatan seksual melalui media sosial.

Para predator seksual medsos memang sangat pintar memanipulasi mangsanya. Oleh sebab itu, dia sangat mudah mendapatkan korban melalui medsos. Aksinya pun tak hanya dilakukan sekali, tapi berulang-ulang.

Terhadap calon korban, Armando mengaku memiliki mobil mewah Porche. Bahkan, Armando dengan mudahnya menggaet hari para wanita yang baik. Dalam berhubungan dengan si predator, korban diketahui masih terbuai oleh cinta sehingga dia memberikan apa yang diminta oleh Armado.

Tanpa sadar suatu saat hal ini justru akan menjadi senjata seperti video saat berhubungan dan foto bugil.

Yang tak kalah menghebohkan adalah aksi  Gilang Bungkus. Gilang Bungkus disebut telah melakukan pelecehan seksual secara fetish dengan menggunakan kain jarik berkedok riset tugas akhir kuliah.

Kasus ini mencuat setelah beredar salah satu foto korban Gilang di media sosial. Korban bernama MFS lantas menjelaskan ihwal perkenalannya dengan Gilang. Keduanya berkenalan melalui permintaan pertemanan di Instagram yang dikirim Gilang tahun lalu.

Awalnya, MFS tak curiga sama sekali dengan sosok Gilang. Pasalnya, Gilang baru saja berani mengirim pesan pribadi pada 24 Juli 2020.

Gilang lantas meminta nomor handphone MFS dan meminta bantuan untuk mengerjakan tugas akhir. Permintaan Gilang pun cukup aneh. Bagaimana tidak, MFS diminta untuk melakukan eksperimen membungkus seluruh tubuhnya dengan lakban dan kain. Hal itu dilakukan dengan dalih biar Gilang tahu kondisi emosi korban saat tertekan.  

Merasa curiga, MFS sempat menolak. Pasalnya, ia tak kenal secara personal dan berbeda kampus juga.

Namun, MFS akhirnya mengiyakan permintaan Gilang lantaran kasihan.  

"Saya kasihan karena semester tua. Di bilang rela sujud biar saya bantu," ujar MFS.

Proses itu pun dilakukan selama tiga jam. Tentunya MFS merasa marah lantaran sesak napas dan gerah.

Tak puas, Gilang lalu meminta MFS gantian untuk membungkus temannya. MFS makin kesal saat Gilang mengirim balasan atas foto temannya yang telah terlakban. "Dek, siapanih ganteng," ujar Gilang.  

MFS juga risih lantaran Gilang juga sempat mengirim pesan lain yang menurutnya sudah melecehkan. "Peluk sini," tulisnya.  

Kemarahan MFS justru membuat Gilang menangis. Tak berhenti menangis, Gilang justru meminta MFS mengulang eksperimennya. Bahkan Gilang mengancam bunuh diri jika keinginannya tak dituruti.

Korban Gilang ternyata tak hanya satu. Setelah kasus ini viral, beberapa korban Gilang mendadak bermunculan dan mengaku pernah menjadi korban dengan cara serupa dari Gilang.