Salah satu petani yang menunjukkan kartu tani di Balai Kota Among Tani. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Salah satu petani yang menunjukkan kartu tani di Balai Kota Among Tani. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Pemerintah Pusat telah memberikan sekitar 7 ribu Kartu Tani pada Dinas Pertanian Kota Batu. Dari jumlah tersebut, sekitar 87 persen telah didistribusikan pada petani. 

Total ada 6.100 petani di kota apel itu yang telah menerima Kartu Tani. Namun, masih ada 900 kartu yang belum diambil oleh petani yang tergabung dalam gabungan kelompok tani (gapoktan) di Kota Batu.

Baca Juga : Akhirnya TPF Turun ke Desa Selorejo untuk Menyelesaikan Polemik Petani Jeruk dengan Pemdes

Padahal kartu tani ini sebagai sarana akses layanan perbankan terintegrasi yang berfungsi sebagai simpanan, transaksi, penyaluran pinjaman hingga kartu subsidi. Keunggulan dari Kartu Tani ini antara lain single entry data, proses validasi berjenjang secara online, transparan, dan multifungsi.

“Bukan hanya itu, kartu ini juga menunjang ketersediaan data petani pemilik kartu secara lengkap seperti data lahan secara akurat,” kata Kepala Dinas Pertanian, Sugeng Pramono.

Lalu, tranparansi penyaluran dana subsidi melalui sistem perbankan. Data kebutuhan pupuk secara akurat sampai tingkat pengecer dan mengetahui produktivitas lahan dalam suatu daerah. “Kartu tani diharapkan menjadi era baru untuk menyejahterakan petani khususnya di Kota Batu,” ucapnya.

Cara penggunaannya pun mudah, petani hanya tinggal datang di agen-agen yang sudah disiapkan untuk program ini. Kemudian tinggal menggesek kartu untuk membeli pupuk. Untuk saat ini ada 11 agen yang disiapkan. 

“Tanpa adanya kartu tersebut petani juga tidak bisa membeli pupuk bersubsidi. Sehingga bagi yang belum mengambil diharapkan bisa segera melaporkan kepada penyuluh pertanian,” terang Sugeng.

Baca Juga : Dewan: Surabaya Sudah Indah, Tapi Layanan Kesehatan, Pendidikan dan Hunian Buruk

Selain itu bagi yang ingin memiliki kartu tersebut sebelumnya juga harus tergabung dahulu dalam gapoktan. Dengan cara menghubungi penyuluh pertani di daerah masing-masing.

Dengan adanya kartu tani sebagai upaya untuk menekan dan membatasi warga luar daerah untuk membeli pupuk di wilayah Kota Batu. “Mereka pemegang kartu tani-lah yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi,” tutupnya.