Petugas saat memadamkan api di Jalan Ir Soekarno, Areng Areng Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kamis (17/9/2020). (Foto: istimewa)
Petugas saat memadamkan api di Jalan Ir Soekarno, Areng Areng Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kamis (17/9/2020). (Foto: istimewa)

Lahan rumpun bambu di kawasan Jalan Ir Soekarno, Areng Areng Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, tiba-tiba dilalap si jago merah. Si jago merah itu muncul lantaran diduga kelalaian manusia yang mengakibatkan rumpun bambu terbakar, Kamis (17/9/2020).

“Penyebab kebakaran diduga kelalaian manusia yang mengakibatkan rumpun bambu terbakar,” kata Pelaksana Tugas (plt) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Agung Sedayu.

Baca Juga : Jadi Salah Satu Daerah Risiko Tinggi Covid-19 Versi Pusat, Apa Langkah Pemkot Malang?

Rumpun bambu terbakar dengan dimensi panjang 25 meter, lebar 10 meter dan tinggi sekitar 3 meter, membahayakan kabel listrik yang membentang di atasnya. Hal ini pula yang membuat masyarakat melaporkan kejadian tersebut.

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batu bersama BPBD Kota Batu, Agen Bencana Provinsi Jatim, Polsek Junrejo, langsung terjun ke lokasi tersebut. Langsung mengguyur si jago merah dengan air yang sudah dibawa dalam mobil tanki.

Setelah beberapa menit, si jago merah pun dapat dipadamkan oleh petugas yang ada di lokasi. “Upaya tim di lapangan dengan melakukan pemadaman dan pembasahan rumpun bambu yang terbakar,” terang Agung.

Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada dalam membakar sesuatu di sekitarnya. Mengingat potensi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu dalam cuaca saat ini. Khususnya kasus kebakaran lahan dan pohon tumbang. 

Melihat pada tahun-tahun sebelumnya, dua bencana itu sering terjadi dalam masa pancaroba dan kemarau seperti saat ini.

Baca Juga : 2 Hari Terakhir, 12 Pasien Sembuh dan 9 Kofirm Positif di Kota Batu

“Mengingat pada tahun-tahun sebelumnya, saat musim kemarau bencana yang berpotensi terjadi di Kota Batu adalah karhutla dan angin kencang. Dan pada tahun 2019 melanda cukup parah,” pungkas Agung.