Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Wahyu Setianto. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Wahyu Setianto. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

Sempat turun drastis karena pandemi Covid-19, kini sektor usaha perindustrian di Kota Malang mulai kembali merangkak naik.

Ya, dampak yang ditimbulkan akibat pandemi ini memang dinilai cukup tinggi. Data yang tercatata di Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, penurunan dari pelaku usaha industri itu lebih dari 50 persen.

Baca Juga : Agustus 2020, Dinsos-P3AP2KB Salurkan BLT BPNTD kepada 15 Ribu Keluarga

Meskipun, tidak sampai berpengaruh terhadap usaha yang dinaungi oleh pelaku usaha itu harus tutup.

"Awal-awal dulu sempat terjadi penurunan drastis. Termasuk produk dan tenaga kerjanya. Laporan di kami itu drop (menurunnya kondisi pasar bagi pelaku industri) itu lebih dari 50 persen, ada 60 persenan. Tapi tidak ada yang sampai kolaps. Artinya, perindustrian saat ini sudah mulai bergerak lagi," ujar Kepala Diskopinda Kota Malang Wahyu Setianto saat ditemui di Balai Kota Malang, Rabu (16/9/2020).

Walaupun, tak dapat dipungkiri, kata Wahyu, sebagian besar usaha dari pelaku IKM (Industri Kecil Menengah) juga sempat harus merumahkan karyawannya. Tapi, di masa adaptasi tatanan kehidupan baru di tengah pandemi Covid-19 ini perlahan sektor usaha yang sudah mulai kembali berjalan telah mempekerjakan pegawainya.

"Kalau PHK tidak ada, ada yang di rumahkan memang. Jadi, nanti kalau kondisi sudah mulai normal itu yang kemarin di rumahkan akan kembali lagi bekerja," jelasnya.

Baca Juga : Keren! Pembiayaan Usaha Syariah BPRS Kota Mojokerto Raih Top BUMD Award 2020

Menurut Wahyu, sektor yang paling terpengaruh di Kota Malang yakni di ranah kuliner. Penyebabnya salah satunya munculnya kebijakan WFH (Work From Home). Di mana hal ini banyak dari keluarga yang berkreasi membuat produk. Sehingga hal itu berpengaruh terhadap permintaan produk-produk di pasaran menurun.

"Industri-industri kuliner itu paling mendominasi. Saat WFH itu masing-masing rumah tangga punya keahlian membuat produk sendiri yang dinikmati dan dikonsumsi keluarga, sehingga itu berpengaruh di pasaran. Permintaan pasar berkurang, produk-produk industri berkurang juga," tandasnya. <