Salah satu warga yang terjaring operasi yustisi disanksi menyanyikan lagu Indonesia dengan melakukan penghormatan (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Salah satu warga yang terjaring operasi yustisi disanksi menyanyikan lagu Indonesia dengan melakukan penghormatan (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Operasi yustisi penegakan disiplin Inpres Nomor 6 Tahun 2020, kembali dilakukan, Selasa (15/9/2020). Kendati masyarakat telah mendengar jika saat ini aturan mengenai denda tak mengenakan masker terus dimatangkan, masyarakat nampaknya masih banyak yang membandel tidak mematuhi protokol kesehatan.

Terbukti saat gelaran operasi gabungan pihak Pemkot Malang, Polresta Malang Kota dan juga Kodim 0833 di sekitaran Pasar Mergan, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, ratusan orang terjaring.

Baca Juga : Disiplinkan Kawasan Malioboro, Kapolresta Kota Yogyakarta Purwadi Bagi-Bagi Masker

Dalam waktu dua jam, mulai dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB ratusan masyarakat tak bermasker terjaring dalam operasi yustisi penegakan disiplin Inpres Nomor 6 tahun 2020.

Padahal pada gelaran operasi yustisi sebelumnya yang digelar selama satu jam, Senin (14/9/2020), hanya 47 pelanggar terjaring operasi. Hal ini menunjukan jika pelanggar masih menganggap remeh kewajiban untuk penerapan protokol kesehatan.

Kasatpol PP Kota Malang, Priyadi  mengungkapkan, jika dalam operasi yustisi ini, masyarakat yang terpergok tidak menggunakan masker saat berada di jalan ada sekitar 120-an orang. Dari sini menandakan masih banyak masyarakat yang belum menyadari pentingnya protokol kesehatan.

Dalam pelaksanaan tersebut tak hanya pengendara motor saja, namun juga banyak pengendara mobil maupun truk yang terpergok tidak menggunakan masker.

"Mereka yang terjaring operasi langsung kami berikan sanksi sosial, menyapu hingga menyanyikan lagu Indonesia Raya dan juga menghafalkan Pancasila," bebernya.

Setelah menerima sanksi tersebut, pihaknya baru memberikan masker terhadap mereka yang kedapatan tidak mengenakan masker. Mereka yang terjaring, ada yang kedapatan tidak membawa masker ataupun memakai masker namun diturunkan di bawah mulut serta ada juga yang sengaja tidak memakai dan meletakkannya dalam saku.

"Sementara memang masih kami beri sanksi sosial sembari mensosialisasikan sanksi perda dengan denda. Ini perlu di sosialisasikan, sebab kalau didenda langsung pasti saya yakin mereka akan berat. Makanya kita sosialisasikan dulu," bebernya.

Saat ini pihak Pemkot Malang masih mematangkan Perda untuk menerapkan adanya sanksi denda. Revisi Perda nomor 2 tahun 2012 tentang ketertiban umum telah disesuaikan Perda Provinsi nomor 2 tahun 2020 dan tinggal menunggu untuk disahkan.

Baca Juga : 64 Pengendara Tak Bermasker di Jombang Didenda Rp 50 Ribu

"Sehingga selain Perwal, jika itu nantinya disahkan, tentu akan semakin memperkuat dasar hukum dalam mengenakan sanksi denda. Kami berharap masyarakat semkain tertib agar nantinya tidak menyesal jika terkena denda," pungkasnya.

 

 

 

  <