Ilustrasi. (Foto: Shutterstock).
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock).

Ketersediaan ruang isolasi dengan ventilator di rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Malang, penuh. Hal ini membuat pasien dengan gejala berat harus dialihkan. Padahal, bagi pasien dengan keluhan berat seperti PDP (Pasien Dalam Pengawasan) atau pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sudah tidak mampu bernafas biasa tanpa alat, sangat membutuhkan alat tersebut.

Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif, menyatakan, saat ini dari 7 rumah sakit rujukan Covid-19 yakni, RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar), RS Lavalette, RS Hermina, RST Soepraoen, RSI Asyiah, RSI Unisma, RS Panti Waloyo Sawahan (RKz) baru 5 alat ventilator yang diajukan ke provinsi Jawa Timur (Jatim).

Baca Juga : Tambah 18 Pasien, Peluang Sembuh Covid-19 di Kabupaten Malang Capai 85 Persen

Di Kota Malang tercatat ada 3 rumah sakit yang mengajukan dan tengah menunggu bantuan alat ini. "Kami masih menunggu bantuan dari provinsi dari pada rumah sakit yang mengusulkan bantuan ventilator itu. Totalnya ada 5, itu RSI Unisma 2, RSI Aisyiah 2, RST Soepraon 1," ujarnya, Selasa (15/9/2020).

Sementara untuk kapasitas ketersediaan ventilator di rumah sakit rujukan, di antaranya RSSA ada 7 alat, RS Lavalette ada 2, dan RS Panti Waluyo Sawahan (RKZ) ada 6 yang mana semuanya telah terpakai. Artinya, ruangan isolasi perawatan bagi pasien Covid-19 yang memerlukan alat ventilator di Kota Malang saat ini telah penuh. Sehingga masyarakat yang membutuhkan perawatan dengan alat ventilator harus mengakses ke rumah sakit rujukan terdekat lainnya.

Lebih jauh, Husnul mengatakan, untuk pengajuan bantuan alat ini pihak rumah sakit yang bersangkutan juga harus menyiapkan SDM pengelolaan. Yang mana, untuk satu alat ventilator saja dibutuhkan 6 petugas untuk sistem kerja selama 12 jam.

"Karena ventilator itu harus menyiapkan tenaganya juga. Satu ventilator itu kalau shift nya dua kali berarti kerja 12 jam itu minimal ada 6 petugas. Lalu berganti ke shift ke dua 12 jam, besok masuk lagi. Sehingga satu ventilator harus ada 6 petugas supaya nanti bisa istirahat," tandasnya.

Baca Juga : 18 Pegawai Kantor Cabang BRI Blitar Dilaporkan Positif Covid-19

Untuk diketahui, per 14 September 2020 total kasus positif Covid-19 di Kota Malang sebanyak 1639 orang. Pasien yang dinyatakan meninggal sebanyak 150, pasien sembuh mencapai 1090 dan yang masih dalam tahap pemantauan atau perawatan ada 399.