Kabid Persampahan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) DLH Kota Malang Joao Maria Gomes de Carvalho (Hendra Saputra)
Kabid Persampahan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) DLH Kota Malang Joao Maria Gomes de Carvalho (Hendra Saputra)

Kesadaran masyarakat tentang sampah masih sangat rendah, hal itu ditenggarai dari ditemukannya banyak sampah yang ada di beberapa sungai di Kota Malang. Padahal, di setiap sudut daerah, DLH Kota Malang selalu mengimbau agar sampah ditempatkan pada tempat yang sudah disediakan sehingga tidak membuat sungai tercemar. Seperti di wilayah Kedungkandang.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang akan mengajak bicara Camat Kedungkandang berikut lurahnya perihal masyarakat yang masih sering membuang sampah langsung di sungai. Hal itu diketahui saat ada kegiatan pemungutan sampah plastik yang ada di Sungai Brantas Muharto, Kota Malang.

Baca Juga : Mahasiswa FT UB Ciptakan Cerobong Asap Ramah Lingkungan, Sulap Polusi Jadi Listrik

Kepala Bidang (Kabid) Persampahan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) DLH Kota Malang Joao Maria Gomes de Carvalho atau yang akrab disapa Joe, mengatakan, bahwa kegiatan yang dilakukan pada Minggu (13/9/2020) merupakan permintaan dari suatu komunitas, yaitu mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Kota Malang.

"Kemarin DLH mendapat permintaan bantuan dari komunitas Environmental Green Society dan Trash Control Community (TCC) dan kami turun untuk membantu memungut sampah yang ada di sungai Brantas," ujar Joe.

Dalam kegiatan tersebut, banyak sampah plastik dari berbagai produk yang ditemukan. Hal itu disesalkan Joe karena dapat mencemari sungai dan membuat lingkungan menjadi tidak sehat. "Masih banyak masyarakat yang kesadarannya kurang tentang membuang sampah, baik plastik atau sampah apapun," kata Joe.

Karena banyak ditemukan sampah plastik, Joe mengaku dari komunitas tersebut juga mendata sampah plastik dari produk apa yang dominan digunakan masyarakat sekitar itu. Namun Joe mengaku tidak tahu langkah selanjutnya yang akan dilakukan setelah melakukan pendataan produk dari sampah plastik tersebut.

"Kalau untuk itu saya kurang paham, karena mereka yang mendata dan tidak ngomong (langkah selanjutnya) itu bagaimana," imbuh Joe.

Baca Juga : Eks TPA Lowokdoro Terus Dibuangi Sampah, Pemkot Kaji Alih Fungsi Lahan

Karena masih banyak masyarakat yang kurang sadar tentang membuang sampah. Joe mengaku akan melibatkan camat dan lurah untuk ikut menyadarkan masyarakat agar tidak membuang sampah langsung ke sungai.

"Kami akan bicara dulu dengan lurah dan camat wilayah Sungai Brantas di Kedungkandang. Nantinya akan dilakukan kerja bakti atau bagaimana," jelasnya.