Tim labfor Polda Jatim saat melakukan penyelidikan dilokasi jatuhnya lift proyek (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Tim labfor Polda Jatim saat melakukan penyelidikan dilokasi jatuhnya lift proyek (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Terkait kecelakaan kerja dalam proyek pembangunan gedung Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma, pihak yayasan menyerahkan 100 persen kepada pihak pelaksana. Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Yayasan, Mustangin, Rabu (9/9/2020).

"Pada prinsipnya, kantor yayasan sudah melimpahkan pekerjaan tersebut dengan rekanan. Kita dengan pemborong hanya terikat dengan dokumen perjanjian, yang hanya mengatur pemilik pekerjaan dan yang mengerjakan. Sehingga urusan bagaimana pekerjaan dikerjakan kita 100 persen tanggungjawab dialihkan ke pelaksana," ujarnya.

Baca Juga : Tabrak Mobil Pelat Merah Milik Dispemasdes Pemkab Jember, Pengendara Motor Tewas

Lanjutnya, karena tanggungjawab diserahkan kepada pihak pelaksana, ketika yayasan ditanya mengenai musibah tersebut, tentunya hanya bisa mengatakan prihatin dan pastinya tidak menghendaki hal ini terjadi. Namun kembali lagi, pada perjanjian dengan pelaksana, jika tanggungjawab telah sepenuhnya dilimpahkan ke pihak pelaksana.

"Yang menyangkut hal teknis lainnya itu, menjadi coveran pelaksana. Hanya memang kejadian di lokasi kita. Memang tadi baru melayani teman kepolisian dan Labfor, tapi tidak menyangkut bagaimana tindakan lanjut dengan korban," bebernya.

Sementara itu, mengenai kerjasama yang terjalin dengan pihak pelaksana, yakni PT Dwi Ponggo Seto, diakuinya telah dua kali bekerjasama. Pada kerjasama sebelumnya, pihak pelaksana melakukan pembangunan gedung Pascasarjana. Untuk kerjasama yang kedua terkait pembangunan gedung rumah sakit. Dalam kerjasama dilaksanakan secara bertahap. Untuk pekerjaan saat ini, dilaksanakan sekitar satu tahun.

"Kita pembangunannya menyesuaikan sumber daya yang kita punya. Lalu kita kerjakan jangka panjang, pakai step tahun by tahun. Jadi pekerjaan yang sedang dikerjakan ini masanya setahun," jelasnya.

Terkait pembangunan gedung rumah sakit, pihaknya mengakui, jika gedung tersebut akan dibangun sembilan lantai. Namun saat ini sudah terbangun sekitar enam lantai.

"Kalau pasca kejadian, kita nggak komunikasi secara spesifik. Nggak sampai rapat, cuman ada komunikasi sebatas dua institusi yang kerjasama. Tapi kontraknya untuk tanggung jawab yang begitu-begitu kan sudah selesai di kontraktor," ungkap Mustangin.

Baca Juga : Seminggu Hilang, Nelayan di Sumenep Ditemukan Meninggal

Sementara itu, paska insiden, mengenai keberlanjutan proyek dijelaskan Mustangin masih dihentikan sampai batas waktu yang belum bisa dipastikan. Pihaknya saat ini masih menunggu perkembangan dan masih fokus melayani pihak-pihak yang memerlukan data terkait insiden kecelakaan kerja ini.

"Tadi ketika pamitan pihak tim Labfor Polda menyampaikan akan mempelajari dulu dan nanti akan kami sampaikan (hasil penyelidikan dilokasi kejadian)," pungkasnya.