Tangkapan layar Instagram official Arema FC (akun Instagram official Arema FC)
Tangkapan layar Instagram official Arema FC (akun Instagram official Arema FC)

Kabar menarik datang dari striker tim Singo Edan Elias Alderete yang saat ini sudah tidak lagi di follow oleh akun Instagram resmi Arema FC. Bahkan menurut kabar, striker asal Argentina itu belum membubuhkan tanda tangan rekontrak sehingga nasibnya bersama Hendro Siswanto dan kawan-kawan belum jelas.

Hal ini membuat kondisi Arema FC yang juga masih berkutat dengan pemain asing yang saat ini belum jelas siapa yang akan didaftarkan untuk mengikuti lanjutan kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Tanah Air, semakin menambah beban.

Baca Juga : KONI Kota Malang Segera Gelar Liga Pelajar Piala Presiden

 

Sebelumnya, Arema FC telah kehilangan pelatih kepala Mario Gomez dan pelatih fisik Marcos Gonzales. Kemudian disusul Jonathan Bauman yang juga satu agen. Lalu ada nama Oh In-Kyun yang memilih mengundurkan diri karena memutuskan pensiun dari sepak bola.

Kebijakan rekontrak dianggap sebagai salah satu faktor kenapa pemain dan pelatih asing memilih untuk tidak melanjutkan kontraknya bersama Arema FC. Karena sebagai legiun asing tentu mungkin ada pertimbangan terkait pendapatan ketika bermain di luar negaranya.

Kini, Arema FC masih memiliki Elias Alderete dan Matias Malvino yang digadang-gadang menjadi pemain asing yang bertahan di Malang. Namun hingga kini Malvino masih belum terlihat dalam latihan rutin, dan Elias sendiri dikabarkan juga masih belum menandatangani rekontrak.

Elias Alderete sendiri saat ini menjadi pemain yang diperbincangkan karena dari kini akun Instagram nya sudah tidak di follow kembali oleh Arema FC. Hal tersebut juga mengindikasikan bahwa sang pemain apakah tidak lagi bergabung dengan tim Singo Edan mengingat sebelumnya sudah mendatangkan satu striker dan stopper muda dari Brasil.

Baca Juga : Kehilangan 2 Pemain Asing, Arema FC Banyak Tawaran dari Agen

 

Arema FC sendiri saat ini patuh terhadap kebijakan yang telah disusun oleh PSSI yakni rekontrak di mana semua didalam tim diharuskan melakukan pembaruan kontrak sejumlah 50 persen dari kesepakatan kontrak awal.