Kuasa Hukum pimpinan klinik yang menunjukkan berita acara kesepakatan damai dengan mantan perawat di kliniknya (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kuasa Hukum pimpinan klinik yang menunjukkan berita acara kesepakatan damai dengan mantan perawat di kliniknya (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Konflik antara mantan perawat Klinik Pratama Klagen dan Direktur Klinik PT Halim Hasanah Medika yang sebelumnya sudah saling laporan ke pihak kepolisian, kini telah usai dalam meja mediasi.

Sebelumnya, seperti diberitakan media ini, jika mantan perawat klinik Pratama Klagen bernama Try Hendra Adisetya Saputra (28) warga asal Kecamatan Kademangan, Probolinggo, telah diduga mencemarkan nama baik Direktur PT Halim Hasanah Medika, yang menaungi Klinik Pratama Klagen yang berada di Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Pasalnya, Try Hendra telah melaporkan Direktur PT Halim Hasanah Medika, Hani Alfiyatulaili Mufida dengan laporan pengelapan Surat Tanda Registrasi (STR) Keperawatan miliknya.

Baca Juga : ATM Jalan Kawi Dicoba Dirampok, Ini Penjelasan Bank Mandiri Malang

 

Padahal sebenarnya, seperti dijelaskan kuasa hukum dari Hani, yakni Yayan Riyanto, jika kasus tuduhan pengelapan yang dilaporkan Putra, sapaan akrab mantan perawat Klinik Pratama Klaten tersebut tidaklah ada.

Pihak klinik menyimpan STR yang bersangkutan karena meminta Putra untuk memenuhi persyaratan administrasi atau formalitas dalam pengunduran diri. Serta meminta maaf atas perbuatan yang dilakukan lantaran mencemarkan nama baik kliennya. Karena hal tersebut tak dilakukan dan merasa nama baiknya telah tercemar, akhirnya pihak Hani kemudian juga melaporkan balik Putra ke Polres Malang.

Namun selang beberapa hari laporan tersebut, kedua belah pihak kemudian sepakat untuk melakukan mediasi disaksikan sejumlah dinas terkait. Seperti pejabat Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang, pejabat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang serta dua kuasa hukum yang bersangkutan.

"Ini kan hanya masalah sepele, masalah STR saja bisa diselesaikan di meja musyawarah. Pihak Putra minta maaf secara tertulis dan mencabut laporan polisi, pengaduan, somasi yang sudah dikirimkan kepada beberapa pihak itu. Dia tadi sanggup membuat pernyataan tertulis minta maaf, ada videonya juga tadi, akhirnya klien kami bisa menerima," jelas Yayan, advokat yang berkantor di kawasan Jalan Kawi, Kota Malang ini, Jumat (4/9/2020).

Setelah permintaan maaf dan kesediaannya mencabut laporan, somasi maupun memenuhi administrasi dalam pengunduran diri tersebut, pihak PT Halim Hasanah Medika mengembalikan STR yang bersangkutan dengan disaksikan sejumlah pihak.

"Perkara ini sudah dianggap selesai. Akhirnya sama dinas dibuatkan berita acara, di mana kedua belah pihak sepakat untuk melakukan kewajibannya masing-masing dengan ditanda tangani kedua belah pihak, ditambah Kepala Dinkes dan juga Kepala Disnaker," bebernya.

Dalam kesepakatan yang tertulis dalam berita acara mediasi, kesepakatannya PT Halim  bersedia mengembalikan STR asli atas nama Try Hendra Adisetya Saputra dan juga mencabut laporan baik perdata maupun pidana serta membuat surat keterangan kerja bagi yang bersangkutan.

Baca Juga : Tembakan Pistol Rusak Pintu Kaca ATM Mandiri Jalan Kawi, Petugas Ditodong Senjata

 

Sedangkan, untuk Putra, memenuhi kesepakatan dengan membuat surat pengunduran resmi, bersedia membuat pernyataan permohonan maaf kepada PT Halim Hasanah Medika tersedia mencabut somasi I, II dan III dan ditembuskan kepada pihak-pihak yang telah diberikan tembusan pada surat somasi dan bersedia mencabut laporan pidana yang ditunjukkan kepada PT Halim Hasana Medika.

"Jadi mereka sudah saling mencabut laporan masing-masing, sudah clear masalahnya. Sekali lagi ini kan masalah sepele," pungkasnya.