Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Dalam berbagai riwayat, Rasulullah SAW menyampaikan jika Allah SWT menjanjikan surga bagi umat muslim yang taat menjalankan ibadah. Salah satunya adalah melaksanakan salat lima waktu dan meninggalkan semua keburukan.

Tapi tahukan kalian, Rasulullah SAW pernah menunjukkan sosok laki-laki yang dijamin masuk surga. Padahal, laki-laki itu belum pernah menjalankan salat dan bersujud kepada Allah SWT.

Baca Juga : Riwayat Rasulullah SAW Tentang Manfaat Istighfar, Permudah Rizki

Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, kisah itu menimpa seorang laki-laki yang baru saja masuk Islam dalam peristiwa Perang Khaibar. Saat itu, Rasulullah SAW bersama 1.399 pasukan Muslim mengepung benteng kaum Yahudi. 

Selama 40 hari orang tersebut memperhatikan kaum muslimin menyerang kaum Yahudi. Hingga akhirnya Muslim berhasil memenangkan pertempuran.

Setelah pasukan menang, maka orang itu datang dan bertanya agama apa yang dibawa umat Muslim, karena dia sangat tertarik. Maka diceritakan oleh para sahabat tentang Islam. 

Lalu dia menyatakan diri ingin memeluk Islam. Maka dia diarahkan menuju Rasulullah SAW yang tengah membagikan harta rampasan perang.

Ketika Rasulullah SAW tengah membagikan harta rampasan, orang tersebut berkata, “Ya Rasulullah SAW, saya orang Arab dari suku Badui yang tertarik dengan ajaran Islam. Saya ingin masuk Islam.”

Maka Rasulullah SAW menjawab, “Baiklah.” Lalu membimbing orang tersebut mengucapkan kalimat syahadat.

Lalu Rasulullah SAW berkata kepada sahabat yang membantu Rasulullah SAW membagi harta rampasan untuk memberikan bagian dari harta rampasan tersebut. Karena ia masuk Islam dan berada di area peperangan.

Mendengar kebaikan Rasulullah SAW, orang yang baru saja memeluk Islam itu berkata, “Ya Rasulullah SAW, saya masuk Islam bukan untuk ini. Saya sudah terbiasa hidup susah di padang pasir. Saya nggak mau harta. Saya mendengar teman-teman Anda berkata jika kalian datang ke sini untuk mati dan masuk surga. Dibunuh orang kafir dan masuk surga. Apakah benar ya Rasulullah SAW?”

Rasulullah SAW pun menjawab, “Iya benar.”

“Kalau begitu ya Rasulullah SAW, yang saya inginkan satu saja. Panah orang Yahudi itu kena di sini dan tembus di sini,” katanya sembari menunjuk dada kirinya.

“Kalau kau jujur dan tulus, maka Allah SWT akan berikan itu,” jawab Rasulullah SAW.

Baca Juga : Kisah di Balik Terbunuhnya si Kakek Buta di Depan Nabi Musa dan Pelajarannya

Akhirnya dia bergabung dengan pasukan Muslim. Saat itu pasukan mengepung benteng ke dua. Strategi yang diterapkan umat Yahudi saat itu adalah melepaskan anak panah ke arah muslimin. 

Maka subhanallah, anak panah pertama yang dilemparkan Yahudi mengenai orang yang baru saja masuk Islam tersebut. Anak panah itu mengenai titik yang disebutkan kepada Rasulullah SAW. Maka ia mati secara syahid dalam peperangan tersebut.

Rasulullah SAW melihat orang tersebut meninggal dunia, sedangkan umat muslim lain masih terlindungi perisai. Rasulullah SAW lalu berkata, “Apakah dia orang yang baru masuk Islam?”

Para sahabat menjawab, “Iya ya Rasulullah SAW.”

“Subhanallah, Maha Suci Allah yang membenarkan janjinya. Dia baru saja minta dan langsung diberi dengan titik yang dia tunjuk. Siapa yang ingin melihat penghuni surga dan belum pernah melakukan sujud sama sekali, inilah orangnya,” kata Rasulullah SAW.

Karena orang tersebut mati syahid dalam kondisi baru saja masuk Islam dan belum melaksanakan ibadah, seperti salat dan lain sebagainya.

"Ingatlah, sesungguhnya surga seseorang di antara kalian lebih dekat daripada tali sendalnya. Adzan salat, bakti kepada orang tua, dan beramal baik. Dan ingatlah, seseorang di antara kalian lebih dekat dengan neraka daripada tali sendalnya," kata Rasulullah SAW.