Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat sensus penduduk online di ruangannya. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat sensus penduduk online di ruangannya. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Sensus Penduduk online sudah selesai. Kini saatnya Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu melakukan sensus penduduk secara konvensional atau dari rumah ke rumah (door to door) yang akan berlangsung selama 15 hari. Atau pada tanggal 1-15 September 2020 mendatang.

Selama kurun waktu 15 hari itu, BPS Kota Batu akan menerjunkan sebanyak 163 petugas. Mereka yang akan bertugas dari rumah ke rumah mendata kependudukan warga Kota Batu yang belum melakukan sensus secara online lalu.

Baca Juga : Sudah 90% Warga Kota Batu Lakukan Sensus Penduduk Online

Kepala BPS Kota Batu Parjan mengatakan, sebelum terjun ke lapangan petugas sudah dibekali dengan definisi penduduk dan metode pendataan. Kemudian dalam pelaksanaannya petugas harus berkoordinasi dengan ketua RT setempat.

"Mereka yang terjun ke lapangan ini tentunya sudah dibekali terkait dengan metode pendataan dan sebagainya. Karena sudah dibekali dengan pelatihan," terangnya.

Saat petugas melakukan sensus dari rumah ke rumah, masyarakat diminta untuk membuka diri dalam pendataan. Tentunya agar prosesnya bisa berjalan dengan cepat dan lancar.

Sebelum petugas melakukan sensus, seluruh petugas terlebih dahulu menjalani rapid test. Selain itu, petuga yang datang tentunya dilengkapi dengan menggunakan masker dan protokol kesehatan lainnya.

"Rapid test yang akan dilakukan itu menggandeng Dinas Kesehatan Kota Batu. Bagi mereka yang mendapati hasil rapid test non reaktif baru diperbolehkan ke lapangan," kata Parjan. 

Dalam pertemuan itu, pihaknya meminta bantuan dari kepala daerah untuk memberikan surat pemberitahuan kepada tingkat Kecamatan hingga RT/ RW terkait dengan kegiatan sensus dari rumah ke rumah. 

Baca Juga : Dewanti Rumpoko Inginkan Kopi Jadi Second Ikon Kota Batu

"Adanya pemberitahuan sebelumnya ini supaya masyarakat tidak bingung didatangi petugas sensus. Lalu agar warga juga siap, sehingga warga lebih proaktif dan tidak ada kecurigaan," tutupnya.

Sedang dalam sensus penduduk online sebelumnya, data yang sudah masuk sebanyak 67 ribu atau mencapai 90 persen.