Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Kisah Nabi Yunus yang ditelan ikan paus tentu sudah banyak didengar oleh umat muslim. Karena kisah tersebut telah diabadikan dalam Al-Quran surat Yunus dan Al-anbiya. Kisah itu pun menjadi pembelajaran tersendiri bagi umat muslim saat ini dan nanti.

Nabi Yunus yang ditelan oleh ikan paus itu dalam catatan sejarah disebut lantaran hukuman yang diberikan oleh Allah SWT. Lantaran Nabi Yunus meninggalkan lokasi dakwah sebelum turunnya wahyu.

Baca Juga : Sangat Sederhana, Begini Penampakan Rumah Masa Kecil Rasulullah SAW

Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, di kalangan nabi-nabi terdapat Nabi Dzanun yaitu nabi yang pernah membuat kesalahan. Nabi itu adalah Nabi Yunus.

Nabi Yunus diutus oleh Allah SWT untuk berdakwah di sebuah kawasan bernama Nainawah. Sebuah perkampungan dengan jumlah masyarakatnya mencapai 100 ribu orang. Orang-orang di sana menyembah patung-patung singa yang besar.

Setiap hari Nabi Yunus berdakwah dan menasihati orang-orang di sana. Namun masyarakat kawasan tersebut tetap menolak apa yang diajarkan Nabi Yunus. Hingga akhirnya Nabi Yunus berdoa untuk dipindahkan lokasi dakwah ke tempat lain.

Wahyu dari Allah SWT atas doa Nabi Yunus pun belum keluar. Namun saat itu Nabi Yunus berinisiatif untuk meninggalkan lokasi tersebut. Niatnya untuk berdakwah ke tempat lain.

Namun hal itu sangat tidak dibenarkan dalam alam Nabi. Karena seorang Nabi harus bertahan di tempat dakwah yang telah diberikan Allah SWT, meskipun nyawa sebagai taruhannya. Nabi boleh keluar dan mencari tempat dakwah lain ketika Allah SWT mengeluarkan wahyu untuk itu.

Ketika Nabi Yunus menaiki kapal dan hendak keluar dari kawasan Nainawah, kapal yang ditumpangi Nabi Yunus diterjang ombak besar. Kapten kapal pun meminta agar penumpang membuang barang-barangnya. Namun kapal masih sangat berat. Hingga ada inisiatif untuk membuang penumpangnya ke laut.

Maka ditaruhlah bama-nama penumpang di batu, lalu diacak. Setiap nama yang keluar harus meloncat ke laut.

Setiap kali batu-batu itu diacak, nama Nabi Yunus selalu keluar. Para penumpang menyangkal itu, karena mereka tahu jika Nabi Yunus adalah utusan Allah SWT. Sampai 10 kali bebatuan itu diacak, dan selalu mama Nabi Yunus yang keluar.

Maka Nabi Yunus berkata, "Mungkin ini hukuman dari Allah SWT, karena saya meninggalkan lokasi dakwah,".

Baca Juga : Kisah Kurma Haram yang Jadi Halal untuk Anak Sahabat Rasulullah yang Kelaparan

Maka Nabi Yunus berdiri ke pinggir kapal dan saat meloncat ke laut ada ikan paus yang datang dan membuka mulutnya. Selama dua minggu Nabi Yunus ada di dalam perut ikan paus. 

Maka selama dua minggu Nabi Yunus bertaubat kepada Allah SWT, dan dimuntahkan dalam kondisi telanjang lantaran baju Nabi Yunus telah koyak.

Saat dimuntahkan ikan paus, Nabi Yunus dipertemukan dengan pohon. Daun-daun pohon itu dijadikan sebagai baju oleh Nabi Yunus. 

Tak lama, Allah SWT mengirimkan sapi untuk Nabi Yunus. Maka diminum lah susu sapi yang gemuk itu oleh Nabi Yunus. Tak jauh, Nabi Yunus bertemu dengan pohon labu yang labunya sudah matang. Maka dimakan lah labu itu oleh Nabi Yunus.

Tak lama, Nabi Yunus tiba di pemukiman kaumnya. Nampaknya, saat Nabi Yunus meninggalkan pemukiman kaumnya, telah terjadi badai besar. Hingga membuat patung-patung singa yang disembah kaum Nabi Yunus hancur.

Kepala suku yang menyadari akan hal itu memohon kepada Allah SWT untuk mengembalikan Nabi Yunus. Mereka berjanji akan mengikuti ajaran Nabi Yunus dan beriman kepada Allah SWT. Maka dikembalikan lah Nabi Yunus ke kawasan tersebut