Aparatur Sipil Negara saat berjemur di Balai Kota Among Tani. (Foto: istimewa)
Aparatur Sipil Negara saat berjemur di Balai Kota Among Tani. (Foto: istimewa)

Work Form Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Batu kembali diberlakukan. Pemberlakuan itu menyusul bertambahnya jumlah ASN terdeteksi positif Covid 19. 

Sebanyak 9 orang ASN itu tersebar di sejumlah OPD. Yakni Bagian Kesejahteraan Umum, Bagian Umum, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kota Batu, Kesatuan Bangsa dan Politik, dan sebagainya.  “Hari Jumat sampai Minggu kemarin sudah dilakukan sterilisasi dan disinfeksi di Balai Kota Among Tani,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu, M. Chori.

Baca Juga : Menjelang Akhir Juli, Angka Kasus Covid-19 di Kabupaten Malang Nyaris Tembus 500 Kasus

Selian melakukan sterilisasi dan disinfeksi di lingkungan Pemkot Batu, pihaknya juga memberlakukan kembali WFH. Tetapi tergantung pada kebutuhan OPD tersebut. “Kebijakan Work Form Home (WFH), sesuai dengan kebutuhan OPD masing-masing. Tetapi diberlakukan sesuai kebutuhan OPD dengan mempertimbangkan kapasitas ruangan,” imbuhnya.

Lalu dengan adanya pasien positif yang mencapai 9 ASN tersebut apakah Pemkot Batu masuk dalam klaster? Menurutnya saat ini masih dilakukan kajian dari Dinas Kesehatan Kota Batu. 

Sebab klaster bisa dikatakan jika dalam satu area, sedangkan ASN yang positif itu berasal dari luar lingkungan Pemkot Batu. “Masih dalam kajian dari pihak Dinas Kesehatan. Karena sebagian besar transmisi berasal dari luar kantor,” tutup pria yang juga Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) ini. 

Sementara itu jumlah akumulatif covid-19 mencapai 161 orang, menyisakan pasien konfirm yang dirawat ada 17 orang. Rinciannya, 3 orang menjalani perawatan di rumah sakit.

Baca Juga : Dari 161 Pasien Konfirm Covid-19, 9 Orang di antaranya ASN Kota Batu

Kemudian 9 orang isolasi mandiri di rumah masing-masing. 5 orang isolasi di shelter Hotel Mutiara Baru. Lalu tercatat 9 orang meninggal dunia, dan 135 orang sembuh.