Petugas Kesehatan sedang melakukan rapid test kepada anggota TNI, Sabtu (27/6/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Petugas Kesehatan sedang melakukan rapid test kepada anggota TNI, Sabtu (27/6/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

Perjalanan kereta jarak jauh secara perlahan kembali normal setelah sempat dihentikan karena pandemi Covid-19. Untuk menjamin keamanan penumpang, PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan menyediakan rapid test berbayar. 

Meski demikian, nominal yang harus dibayarkan relatif murah dari pada rapid test kebanyakan, yakni dengan harga Rp 85 ribu.

Baca Juga : Cegah Covid-19, Marka Jalan di Kota Blitar Didesain Mirip Arena Balap

Rencananya rapid test ini akan disediakan di 12 stasiun di beberapa daerah di Indonesia yang dilakukan secara bertahap yakni di Jakarta (Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen), Bandung, Cirebon, Semarang Tawang, Purwokerto, Yogyakarta, Solo Balapan, Madiun, Surabaya (Gubeng dan Pasar Turi), serta Malang. Untuk waktu pelaksanaannya sendiri dimulai sejak pukul 07.00 - 19.00 WIB.

Kerja sama antara PT. KAI dengan PT. Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) ini akan dilaksanakan secara perdana pada hari Senin (27/7/2020) diawali dari Stasiun Pasar Senen Jakarta. Untuk 11 stasiun lainnya akan dilakukan secara bertahap terkait penyediaan layanan rapid test di stasiun.

Direktur Utama PT. KAI, Didiek Hartantyo dal keterangan resminya mengatakan bahwa layanan rapid test disediakan di stasiun untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan yang akan menggunakan fasilitas PT KAI. 

"Layanan ini kami sediakan untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan yang akan menggunakan kereta api di masa Adaptasi Kebiasaan Baru. Kami berharap pelanggan kereta api dapat memaksimalkannya," ungkapnya, Senin (27/7/2020). 

Upaya penyediaan layanan rapid test di stasiun ini merupakan salah satu bentuk pencegahan persebaran penyakit khususnya Covid-19, baik bagi kru kereta maupun para penumpang.

Dalam bentuk pelayanan yang memberikan kenyamanan, pihak petugas PT KAI juga akan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat serta akan melakukan pengecekan suhu sebelum keberangkatan dan tiga jam sekali di atas kereta. 

Lebih lanjut Didiek juga menuturkan bahwa hadirnya layanan rapid test ini diharapkan para pelanggan yang nantinya akan nyaman membuat peningkatan jumlah pengguna moda transportasi kereta api.

Baca Juga : Tambah Marka Physical Distancing di 4 Titik, Warga Malang Belum Biasa Jaga Jarak di Jalan

"Dengan hadirnya layanan ini, diharapkan mobilitas masyarakat dapat meningkat, dengan tetap menjadikan kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, selamat, dan seluruh pelanggannya sehat sampai di tujuan," tuturnya. 

Tetapi yang perlu diketahui oleh semua pihak, bahwa untuk tahapan awal penyediaan layanan rapid test ini yang dilakukan di 12 stasiun secara bertahap, dikhususkan untuk pelanggan yang telah memiliki kode booking tiket Kereta Api Jarak Jauh. 

Sebagai informasi bahwa untuk para pelanggan yang akan menggunakanlayananm rapid test di stasiun dapat menghubungi Contact Center KAI melalui telepon di 021-121, email: [email protected] , sosial media KAI 121 dan [email protected] .

Selain itu himbauan kepada seluruh pelanggan Kereta Api bahwa jika ingin menggunakan layanan rapid test di stasiun paling lambat 30 menit sebelum waktu keberangkatan. Kecuali untuk jadwal keberangkatan pagi hari, harus melakukan rapid test sehari sebelumnya. 

Serta untuk hasil rapid test pelanggan Kereta Api dapat menggunakan hasil tersebut untuk naik kereta api selama 14 hari setelah melakukan rapid test.