Mencoba kuliner khas Jogja di Warung Mbok Udi. (Foto: Yogi/MalangTIMES)
Mencoba kuliner khas Jogja di Warung Mbok Udi. (Foto: Yogi/MalangTIMES)

Buat kalian yang kangen ataupun pengen nyobain sensasi kuliner khas Jogja, wajib banget ke Warung Mbok Udi di Jalan Raya Tlogomas Nomor 23, Malang. 

 

Di sana ada banyak variasi menu dengan cita rasa khas Jogja yang diberikan. Mulai dari soto seger, ayam goreng, brongkos, mie godog, mie goreng, nasi goreng, dan lain-lain yang bakal memuaskan lidah kalian.

Baca Juga : Lezatnya Kudapan Manis Donat Italia, Bomboloni

 

Wartawan media ini mencoba makan di sana kemarin sore (Rabu, 8/7/2020). Warungnya sangat luas, cocok untuk makan ramai-ramai. 

Tatkala masuk ke warung, terdapat peringatan untuk mematuhi protokol kesehatan. Tak jauh dari pintu masuk tersedia westafel untuk cuci tangan. Meja-meja besar berderet-deret rapi. Di samping kiri, terdapat 4 ruang khusus untuk makan lesehan. Di sana juga terdapat musholla. Fasilitasnya sungguh lengkap.

Kami menjajal dua menu andalan Mbok Udi, yaitu ayam goreng dan mie godog. Tak lama menunggu, ayam goreng dan mie godog datang dengan aroma yang sungguh menggoda.

Ternyata, ayam goreng di Warung Mbok Udi bukan sekadar ayam goreng biasa. Ayamnya besar, dagingnya empuk dan renyah, bumbunya pun meresap. Selain itu, terdapat tambahan kerenyahan pada kremes di atas daging ayam goreng tersebut. Sungguh terasa nikmat dimakan dengan nasi panas dan sambalnya yang mantap.

Sementara itu, aroma mie godog Mbok Udi terus melambai-lambai. Kehangatan dan sedapnya sangat terasa. Terlebih dengan adanya bawang goreng, telor, tomat, cabe, acar timun, dan sayuran.

Owner Warung Mbok Udi, Purbo Hartoko menyampaikan, pelaku kuliner mie godog terkenal di Jogja sering dipanggil ke istana negara memberikan jamuan presiden.

"Beberapa pelaku kuliner mie godog yang terkenal di Jogja ini sering dipanggil ke istana negara untuk jamuan negara presiden. Mulai dari eranya Pak Soekarno sampai dengan eranya Pak Jokowi," ucapnya.

Ayam Goreng Mbok Udi (Rp19 ribu)

Sementara itu, resep ayam goreng tersebut juga diambil dari resep ayam goreng yang sudah melegenda di Jogja.  

"Resepnya kita ambil dari sana dan Alhamdulillah kita bawa ke Malang. Sejauh ini respon masyarakat Malang cukup positif terhadap cita rasa yang kami sajikan," ucapnya.

Selain ayam goreng dan mie godog, Warung Mbok Udi juga menyediakan soto seger. 

Dijelaskan Nurmalita Hapsari, istri Purbo, soto di daerah Boyolali, Semarang, Jogja, dan Solo (Jawa Tengah) berbeda dengan soto di Jawa Timur. Kuahnya cenderung bening.

"Kenapa kami berani menyajikan kuliner yang berbeda dengan yang ada di Jawa Timur, harapan kami mungkin banyak juga teman-teman kita yang asalnya memang dari Jawa Tengah yang tinggal di Jawa Timur mengobati kerinduan tentang makanan itu. Yang kedua kami juga ingin memperkenalkan soto khas dari daerah kami ke Jawa Timur," paparnya.

Baca Juga : Amati Dorayaki Kue Khas Jepang Kegemaran Doraemon ala Indonesia, Auto Lapar

 

Yang mungkin baru juga bagi warga Malang adalah menu brongkos. Brongkos merupakan jenis makanan berkuah yang banyak dijumpai di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun sangat susah ditemukan di daerah lainnya di Indonesia. 

Pada awalnya, brongkos merupakan makanan kegemaran raja. Jadi, menu ini merupakan menu yang dinikmati oleh kalangan terbatas di Jogja. Terutama keturunan darah biru.

"Karena pada zaman dulu yang namanya makan enak, makan daging, makan telur, itu hanya orang-orang tertentu. Namun saat ini brongkos sudah dinikmati oleh banyak orang. Banyak juga orang yang kangen ke Jogja hanya untuk makan brongkos. Kalau di Malang mirip dengan rawon cuma isinya lebih lengkap, dan kami menggunakan kuah santan," bebernya.

Mie Godog Mbok Udi (Rp15 ribu)

Untuk diketahui, nama Mbok Udi diambil dari nama nenek Nurmalita. Kehidupan Mbok Udi sangat menginspirasi Purbo dan Nurmalita sebagai wirausaha. 

Mbok Udi adalah sosok yang tidak pernah mengenyam bangku pendidikan dan buta huruf, tapi bisa mengantarkan 10 anaknya menjadi sarjana.

"Beliau sangat memperhatikan masalah kuliner. Hobinya memang kuliner dari dulu, hobi jalan-jalan, sangat menikmati hidupnya, dan banyak menciptakan resep-resep yang digunakan oleh keluarga kami untuk menjamu tamu. Dan tamu-tamu yang merasakan masakannya semua memuji dan bertanya-tanya mengapa kami tak membuka usaha kuliner," kisah Nurmalita.

Di Malang ini, Purbo dan Nurmalita melihat peluang berkuliner di Malang dan akhirnya berdirilah Warung Mbok Udi.

"Harapan kami dengan hadirnya Mbok Udi di kota Malang ini bisa menambah khasanah kekayaan kuliner yang ada di Malang. Yang dari Jawa tengah juga bisa terobati kangennya dengan hadirnya Warung Mbok Udi di kota Malang ini," pungkas Purbo.