Tim Jumantik dari Puskesmas Sisir bersama Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, dan tim Dinas Kesehatan Kota Batu saat memantau titik-titik yang menjadi sarang nyamuk di Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu tahun 2019. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Tim Jumantik dari Puskesmas Sisir bersama Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, dan tim Dinas Kesehatan Kota Batu saat memantau titik-titik yang menjadi sarang nyamuk di Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu tahun 2019. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Jumlah pednerita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Batu tak kalah banyak dengan penderita Covid 19. Hingga bulan ini jumlah pednerita DBD mencapai 50 orang. hanya terpaut sedikit dengan penderita Covid 19 yang mencapai 55 orang. Jumlah penderiat DBD tersebut terhitung sejak bulan Januari hingga pertengahan Juni 2020. 

50 orang itu tersebar di tiga kecamatan yakni terbanyak sejumlah 21 orang ada di Kecamatan Batu. Lalu disusul Kecamatan Junrejo sebanyak 18 orang. Dan 11 orang terdapat di Kecamatan Bumiaji. 

Baca Juga : Masker vs Face Shield, Mana yang Lebih Efektif Cegah Covid-19?

“Jumlah itu ternyata cukup tinggi, jika dibandingkan dengan tahun 2019. Pada tahun 2019 lalu, hingga bulan Juni hanya mencapai angka 31 orang,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kota Batu, Dr Fauzul Wildan. 

Dengan 50 kasus itu rupanya hanya terpaut sedikit dengan jumlah pasien konfirm positif Covid-19 Kota Batu yang menembus angka 55 orang. 

Sedangkan untuk demam berdarah mulai bulan Januari sampai pertengahan Juni ada 61 orang. Jumlah tersebut juga terdapat peningkatan dua kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni 31 orang. 

Tingginya kasus DBD di Kota Batu pada tahun ini terdapat beberapa faktor. Mulai dari perubahan cuaca hujan dan panas. Di mana cuaca tersebut masa berkembangbiaknya nyamuk. 

Baca Juga : Tulungagung Targetkan Jadi Zona Kuning, 2 Hari Terakhir Pasien Sembuh Covid-19 Naik

“Tempat bertelurnya nyamuk itu banyak. Kemudian karena pandemi ini banyak orang memilih di rumah sehingga risiko tergigit nyamuk besar,” imbuhnya. 

Jika lingkungan sudah dilakukan pengasapan, namun warga juga harus jeli akan tempat-tempat berkembang biaknya nyamuk di sekitar rumah. Sehingga tidak hanya terpacu pada pengasapan.