Gunung Panderman saat kebakaran pada tahun 2019.
Gunung Panderman saat kebakaran pada tahun 2019.

Jika pada musim penghujan bencana alam yang berpotensi di Kota Batu ada tanah longsor dan banjir, namun berbeda pada saat musim kemarau. Giliran kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan angin kencang berpotensi terjadi pada musim kemarau di Kota Batu.

Berkaca pada tahun 2019 silam, bencana karhutla cukup parah terjadi di kawasan pegunungan di Kota Batu. Yakni pada Gunung Panderman dan Gunung Arjuna. 

Baca Juga : DLH Kota Malang Awasi Kursi yang Sudah Ditutup

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu tahun 2019 silam, si jago merah meluluh lantahkan seluas 496,5 hektare dengan kurang lebih 23 kejadian karhutla.

Dari 23 kejadian itu, kebakaran yang cukup besar 2 kejadian di Gunung Arjuna dan satu kali di Gunung Panderman. Sedangkan untuk angin kencang terdapat 13 kejadian.

“Mengingat pada tahun-tahun sebelumnya, saat musim kemarau bencana yang berpotensi terjadi di Kota Batu adalah karhutla dan angin kencang. Dan pada tahun 2019 melanda cukup parah,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu.

Kejadian karhutla yang cukup besar itu terjadi lada bulan Juli 2019 di kawasan Gunung Panderman. Kebakaran itu terjadi lantaran cuaca yang kering, sedangkan hembusan angin yang kencang membuat gesekan pada pohon sehingga terjadi kebakaran. 

Lalu ada juga para pendaki yang lalai saat menyalakan perapian kemudian meninggalkan dengan kondisi ternyata belum sepenuhnya mati. Sehingga saat terkena angin membuat api tersebut semakin besar dan menjalar. 

Baca Juga : Webinar Zero Waste DLH Kota Malang Diminati Pegiat Lingkungan Luar Daerah

“Kami menghimbau bagi para pendaki yang naik ke gunung di saat kemarau agar memperhatikan saat membuat perapian,” imbaunya. 

“Selain itu kami juga menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati saat meninggalkan rumah atau berada di rumah. Biasanya sering terjadi korsleting listrik, hingga lalai saat menyalakan api,” tutupnya.